Langsung ke konten utama

Submit Jurnal, Bikin Proposal dan Daftar Buku Kolab

Sebenarnya bisa dibilang kemaruk ini, memang ya saya kalau sekali bikin masalah ga kira-kira.  Patah hati dari birokrasi rupanya ada sisi positifnya juga.  Saya memutuskan fokus ke kampus dulu.  Biar ada kegiatan yang memenuhi kepala dan tak peduli dengan urusan birokrasi yang terasa agak-agak tidak logis akhir-akhir ini.

Jadilah, saya melakukan hal-hal berikut lebih detilnya:

  1. Submit artikel Jurnal untuk jadwal terbit Mei, demi mengejar fungsional dosen, demi supaya bisa membimbing skripsi mahasiswa.  Lalu berencana lagi untuk submit satu lagi biar bisa terbit bulan depan atau Maret gitu minimal.  Barusan baru pertamakali juga belajar submit jurnal secara online, katro sekali saya ini ckckck.
  2. Memutuskan membuat proposal Pengabdian Masyarakat untuk kampus, demi mencari pengalaman yang mana belum pernah juga saya lakukan.  Semoga dilancarkan deh, smoga bisa submit dengan lancar juga di web PPM kampus.
  3. Nah ini yang mantep dan tanpa mikir. Memutuskan mendaftar untuk bikin buku kolab, biaya penerbitan murah sih, cuma 250 ribu per Bab yang di submit.  Baru kali ini bikin buku keroyokan yang isinya serius sekali: book chapter dan buku aja. Bayangkan itu betapa ...  Lebih-lebih tak cuma satu, saya daftar di tiga judul buku! Entahlah saya sedang kerasukan apa, doain ya semoga semangatku tetap terjaga untuk menuntaskan segala kenekatan hari ini.
  4. Proposal belum beres, jurnal baru submit, layout buku belum kepikiran malah posting di blog ini.  Hedeh!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Toko & Bengkel Sepeda di Jogja

Sejak 'mengenal' sepeda, beberapa kawan yang sangat mengerti anatomi, morfologi dan histologi sepeda, saya pun memberanikan diri memberi rekomendasi beberapa toko dan bengkel sepeda di Jogja yang harus disambangi dikala sepeda memerlukan perawatan dan penggantian suku cadang. Rekomendasi tempat-tempat ini berdasarkan pertimbangan: harga, kelengkapan ketersediaan suku cadang, hasil seting sepeda dan pengalaman empunya bengkel.  Juga pengalaman beberapa kawan saat membeli spare part ataupun memperbaiki sepedanya.  Rata-rata setiap toko atau tempat yang menyediakan sepeda dan suku cadangnya juga menyediakan tempat dan tenaga untuk seting dan reparasi, tapi tak semua hasilnya bagus.   Bengkel sepeda Rofi (Rahul Bike) ,  pemiliknya adalah teman saya di komunitas sepeda Federal , tapi menurut sejarah awalnya justru beliau akrab dengan sepeda-sepeda keluaran baru.  Hasil seting sepeda mas Rofi ini sudah sangat dapat dipertanggungjawabkan, hal ini bisa dilihat dari jej

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

..mencoba instal Lubuntu di Lenovo S206

..leptop honey, istri saya itu kondisinya sekarang lumayan amburadul, wifi susah konek, batterynya error - ya kalo ini sih salah saya gara-gara pernah nge-charge kelamaan-,  dan terakhir suka mati-mati sendiri sehabis diinstal ulang sama windows 7 (bajakan). Saya putuskan untuk instal linux saja, kali ini saya instalin Lubuntu, turunan ubuntu dengan pertimbangan spec leptop yang lumayan pas-pasan: RAM cuma 2 Gb dan prosesor yang cuma dual core 1,4 Gb.  Sebenarnya saya pengen nginstalin debian lagi, tapi selain lupa caranya, saya juga pengen nyoba OS yang lain, setelah saya timbang-timbang yang file ISO-nya lumayan kecil ya cuma Lubuntu, cuma sekitar 900-an Mb.  Itu juga lumayan lama downloadnya, cuma ngandelin hotspot dari hape. Setelah dapet iso-nya, bikin bootable di flashdisk pake unetbootin , lalu mencoba instal, berhubung saya termasuk user abal-abal yang taunya instal dan klik sana sini, jadi belum berani instal seluruhnya, takut data yang ada di hardisk keformat seperti