Langsung ke konten utama

Si Bungsu dan Handphone yang Rusak

Ya, handphone alias hapeku rusak lagi, sudah dua hape berturut-turut tewas dengan sukses, dan seperti biasa itu justru menyenangkan karena ada alasan untuk ganti yang baru #eh

Tapi ada satu hal yang mengharukan, bikin nyess.  Itulah kelakuan si bungsu, barusan pagi-pagi dia mendekati saya, menyodorkan hape yang biasa dia pake untuk main gim, seraya berkata:

"abah mau pake hape, ubay? tapi sering rusak sih bah, kadang ga mau dipencet lagi.."

Itu hape memang sudah ketinggalan jaman betul, sih. Saya juga sudah lupa belinya kapan, dan sebenarnya dulu yang makai awalnya siapa, spertinya bekas pemakaian kakaknya.  

Trus saya tanya "kok, ubay nawarin.. "

Dia nunjukin hape saya yang rusak "Itu kan hape abah rusak.." Katanya

Saya kok ya terharu, sekecil itu ada inisiatif nawarin hapenya sendiri untuk saya, yang bahkan belum kepikiran untuk menggantinya dalam waktu dekat.

Melihat wajah polosnya saat nawarin hapenya sepagi ini, membuat saya trenyuh dan terharu, seakan-akan diberi bantuan yang sangat berharga tanpa pamrih.

Boleh ngga aku bangga dengannya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..