Langsung ke konten utama

Kerja Itu Tak Semata-Mata Duit, dan Elu Ga Kerja Sendirian

Beberapa pekan terakhir ini direpotkan oleh orang-orang yang cuma kerja ngejar duit semata, mbokya bikin usaha sendiri kalo mau cari duit, jangan cuma bisa berdusta menggunakan duit publik.  Lha pelayan publik itu duitnya dari masyarakat untuk melayani masyarakat, bukan malah memaksimalkan pendapatan dari anggaran.  Gila itu, sih.

Jika ada kegiatan mikirnya seringkali bagaimana agar sisa-sisa uang kegiatan masuk kantong, sungguh bosan dan bikin kesal manusia-manusia seperti itu, dan beruntungnya aku seringkali ketemu ketemu makhluk seperti itu.

Lagian uang dimakan sendiri, padahal kerja tak sendiri, dan seringkali yang kerja juga orang lain, coba gitu ya mikir siapa yang kerja siapa yang berhak minum bahkan cuma segelas teh hangat.

Aku sumpahin manusia-manusia yang bisa cuma punya kata uang dalam otaknya itu hidupnya ga tenang, sekarang dan sampai kapanpun, kecuali insyaf, itu lain soal.

Kesel heh!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..