Langsung ke konten utama

menilai manusia tak akan pernah mudah

..dari semua makhluk hidup yang ada di dunia ini, yang paling rumit ya manusia, makanya menilai seseorang pun teramat sulit kok.  Jika cuma mengandalkan pribadi dan perilakunya di masa lalu, sudah bisa dipastikan hasil penilaiannya tak bakal akurat (ini terinspirasi dari adegan persidangan di serial One Dollar Lawyer, yang menuduh mantan pencopet melakukan kejahatannya lagi hanya bedasarkan asumsi catatan kejahatannya di masa lalu).

Manusia itu paling gampang berubah, dan paling bisa menyimpan hal yang seringkali sengaja dipendam agar tak semua orang tahu, dan yang selalu bikin saya kagum adalah cerita seseorang yang begitu rendah hati memendam kebaikan yang dia miliki, walau dia sendiri mungkin tak sabar akan hal itu.  Hal tersebut selalu berhasil meningkatkan respek saya.

Ini adalah sekilas rangkuman dari cerita istri saya tadi malam, tentang seseorang yang punya jabatan tinggi, akan tetapi ternyata rajin menjadi petugas parkir di malam hari di sebuah acara di perkampungan.  Tidak semua orang bisa berlaku seperti itu, kadang jabatan tinggi dikit, merasa harkat diri juga lebih tinggi.

Seseorang yang dimaksud itu, saya tau kadang dipandang sebelah mata oleh koleganya, dan beliau pun seringkali selalu merendah dengan dirinya.  Padahal saya tau dia sebenarnya alumnus universitas ternama di negeri ini.

Saya pun jadi takut, jangan-jangan sering memandang rendah orang lain, yang sebenarnya derajatnya jauh lebih tinggi, di mata manusia maupun di mata Sang Pencipta.

Duh, jadi serius gini takutnya euy.. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..