Langsung ke konten utama

gloomy morning

.. pagi yang kembali kepagian, ternyata dari kota ke kantor cukup 45 menit saja, tapi kok kantor sudah rame, oleh remaja berseragam putih biru. 

oh ternyata itu murid-murid dari SMP 3, yang letaknya di desa yang kudu ditempuh selama sekitar 2 jam kalo lewat darat, dan mungkin sekitar kalo lewat air. oh iya, kurang lebih setengah dari total jumlah desa di kecamatan ini hanya bisa ditempuh lewat jalur air, karena lokasinya yang terpencar di sekeliling waduk PLTA.  Desa asliya konon dulu ditenggelamkan demi pembangunan waduk kui.

Desa yang jauh itu, belum ada sinyal telepon selular, sementara sistem ANBK kudu pake jaringan internet, akhirnya mereka pinjem salahsatu ruangan kantor untuk kegiatan itu.  dengan didampingi beberapa guru, nginep sejak beberapa hari yang lalu..

Bayangin mereka kudu bawa komputer sendiri, nyeting internet sendiri, pakai pulsa sendiri.  Saya kok ya nyesek ya, mendadak sedih.  Soalnya kantor sendiri belum ada jaringan internet, belum kepasang karena satu dan lain hal.  Sedih dan kesel aja karena ga bisa ngebantu mereka untuk itu.

FYI, kecamatan tempat saya kerja sekarang, ga punya SMA, ga ada ATM dan tak terlayani Kantor Pos.  Semoga taun depan bisa lebih baik lagi euy.

Komentar

  1. Sering-sering tulis kayak gini ya, om. Sambil doakan juga semoga keadaan membaik bagi semuanya. Amin๐Ÿ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiiin.
      soal nulis ya gitu, masih belum bisa rapi hehe

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah ๐Ÿ˜… lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..

#54 tentang pikiran, keluhan dan ikhlas melepas

.. kemarin, saya membuka-buka arsip disertasi saya, membaca sekilas beberapa bagiannya, dan memutuskan untuk malu.  Saya makin yakin bahwa hanya keberuntungan saja yang bikin saya bisa menyelesaikan studi empat tahun yang lalu itu. Bahkan bagian referensi pun, benang merahnya kurang kuat, ada beberapa bagian yang bikin kening saya mengkerut sambili berpikir: dulu saya ngapain dan gimana saja mikirnya haha.  walaupun kalau mengingat prosesnya yang begitu ... ya tujuh tahun yang mungkin benar-benar seperti roller coaster  paling buruk sedunia.  Sudahlah, mengenang hal-hal yang kurang baik seringkali lebih detil daripada mengenang hal-hal bagus. saya juga mikir, kemarin diam-diam hidup saya juga banyak dilingkari keluhan, sana-sini, padahal penyebabnya ya diri sendiri juga, yang keras kepapa dan sering menganggap diri sendiri yang paling benar.  Padahal ya, saya selalu bilang sama kawan-kawan, seringkali dan sebagian besar masalah hidup seseorang itu ya karena dirinya sendiri.  Tak perlu