Langsung ke konten utama

mimpi buruk

.. rasanya dua malam yang lalu, saya mimpi buruk, mimpi paling buruk yang pernah saya alami.  yaitu mimp nyusun disertasi lagi!  sungguh, pas bangun saya sangat bersyukur itu cuma mimpi 😅

bagaimana tidak, saya ceritanya kuliah lagi dan dalam proses pengajuan proposal, temen saya di mimpi itu (yang di dunia sebenernya adalah temen satu kontrakan waktu S2 di surabaya dan sudah menyelesaikan doktornya di jurusan yang sama) dia sudah mau ngajuin dan disetujui untuk ujian proposal, sementara saya idepun belum punya..

ajaibnya di mimpi itu saya masuk FISIP, ah mungkin itu penjelasannya kenapa temen saya itu bisa ngajuin proposal, dan saya baru nyadar kalo saya pun skarang ngajar di FISIP 😆 eh bentar, mau kirim penjadwalan ulang kuliah ke mahasiswa dulu #lah haha

Gara-gara mimpi itu, pikiran saya jadi rewind ulang, kok bisa dulu itu memutuskan untuk nekat nerusin kuliah lagi ya, dan untung aja itu dulu, dimana publikasi jurnal relatif lebih mudah dibanding sekarang sebagai prasyarat sidang, dan lebih untung lagi saya dibimbing oleh dosen-dosen yang kompeten dan sabar menghadapi saya yg ilmunya cetek ini.  Asli kalo pake akal sehat tampaknya saya ga bakal nekat deh.

Jadi, begitulah cerita yang tak begitu penting ini.  Bagi kawan-kawan yang sedang kuliah, semoga lancar semua prosesnya ya. Smangaat!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..

#54 tentang pikiran, keluhan dan ikhlas melepas

.. kemarin, saya membuka-buka arsip disertasi saya, membaca sekilas beberapa bagiannya, dan memutuskan untuk malu.  Saya makin yakin bahwa hanya keberuntungan saja yang bikin saya bisa menyelesaikan studi empat tahun yang lalu itu. Bahkan bagian referensi pun, benang merahnya kurang kuat, ada beberapa bagian yang bikin kening saya mengkerut sambili berpikir: dulu saya ngapain dan gimana saja mikirnya haha.  walaupun kalau mengingat prosesnya yang begitu ... ya tujuh tahun yang mungkin benar-benar seperti roller coaster  paling buruk sedunia.  Sudahlah, mengenang hal-hal yang kurang baik seringkali lebih detil daripada mengenang hal-hal bagus. saya juga mikir, kemarin diam-diam hidup saya juga banyak dilingkari keluhan, sana-sini, padahal penyebabnya ya diri sendiri juga, yang keras kepapa dan sering menganggap diri sendiri yang paling benar.  Padahal ya, saya selalu bilang sama kawan-kawan, seringkali dan sebagian besar masalah hidup seseorang itu ya karena dirinya sendiri.  Tak perlu