Langsung ke konten utama

bmx golden eagle

.. gara-gara liat postingan yang ngejual sepeda bmx di facebook, sepupu saya bilang bmx itu kepanjangan dari balap motor cross.. saya jadi teringat dulu sewaktu sekolah, SMP, pengen sekali punya sepeda, terutana species sepeda bmx yang lagi ngehits itulah, tapi apa daya sekolah deket sangat dari rumah, selain tak ada uang untuk membelinya, jadinya cuma bisa iri saat sepupu saya dibelikan mamanya bmx dengan merk golden eagle, warnanya kuning emas, gagah sekali.

saking pengennya punya, dan memang cuma sebatas pengen, karena tau ga bakal dibelikan juga, saya seneng sekali saat nginep di rumah sepupu lainnya, dan nyaris tiap hari minjem bmx-nya untuk keliling komplek.. rasanya sepeda adalah barang paling mewah saat itu

selain bmx, ada kawan yang ke sekolah naik sepeda balap, merknya olympic kalo ga salah, tapi anehnya saya tak begitu tertarik, sampai sekarang, sampai sepeda balap lebih sering disebut rb alias road bike, saya masih juga belum tertarik untuk memakai & memilikinya.

sampai suatu saat, abah membeli sepeda bekas, kalau tidak salah bekas punya sepupu yang lain lagi, dibawa pada suatu sore, saya seperti diberi harta karun, padahal itu sepeda mini reyot tak terkira, tapi saking senengnya saya genjot sampai belasan kilometer,  tanpa ngerti setingannya gimana, taunya bawa aja, dan saya sangat bahagia..

lalu tiba-tiba sekarang, saya ingin mencari sepeda golden eagle itu lagi, mungkin nanti cari-cari di tempat sepeda bekas, ah macam-macam saja pikiran random ini..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..

#54 tentang pikiran, keluhan dan ikhlas melepas

.. kemarin, saya membuka-buka arsip disertasi saya, membaca sekilas beberapa bagiannya, dan memutuskan untuk malu.  Saya makin yakin bahwa hanya keberuntungan saja yang bikin saya bisa menyelesaikan studi empat tahun yang lalu itu. Bahkan bagian referensi pun, benang merahnya kurang kuat, ada beberapa bagian yang bikin kening saya mengkerut sambili berpikir: dulu saya ngapain dan gimana saja mikirnya haha.  walaupun kalau mengingat prosesnya yang begitu ... ya tujuh tahun yang mungkin benar-benar seperti roller coaster  paling buruk sedunia.  Sudahlah, mengenang hal-hal yang kurang baik seringkali lebih detil daripada mengenang hal-hal bagus. saya juga mikir, kemarin diam-diam hidup saya juga banyak dilingkari keluhan, sana-sini, padahal penyebabnya ya diri sendiri juga, yang keras kepapa dan sering menganggap diri sendiri yang paling benar.  Padahal ya, saya selalu bilang sama kawan-kawan, seringkali dan sebagian besar masalah hidup seseorang itu ya karena dirinya sendiri.  Tak perlu