Langsung ke konten utama

kantor yang semakin aneh

.. intinya skarang aku bingung, kok ya masih aja ketemu kantor yang aneh, dan semakin aneh, sudah duitnya dikit, eh masih ada aja manusia-manusia yang doyan pengen makan duit kantor, kan menyebalkan sekali saudara-saudara.

anggaran kantor itu ya untuk kantor, bukan untuk perut busukmu, hedeh kesel sekali saya, makin kesel karena ga bisa ngapa-ngapain whahaha  nyaris semua mikirn diri masing-masing, bukannya mikirin sarana kantor yang sekarat, staf yang penghasilan pas-pasan dan sebagian masih aja tega disunat, bajingan bener!

belum lagi kordinasi yang carut marut, rencana strategik kantor yang mbu, ironisnya teori yang aku ajarkan di mata kuliah manajemen strategik ya ambyar di kantor sendiri, aku harus gimana lagi euy

When all is said and done, we're not the only ones
Who look at life this way that's what the old folks say
But every time I'd see themm akes me wish I had a gun
If I thought that I was crazy, well I guess I'd have more fun
Guess I'd have more fun
- catcher in the rye / G n' Roses-

Komentar

  1. Kalo yang aneh itu mayoritas, yang genah justru dianggap ganjil, nyeleneh, gak ikut mainstream

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, bener sekali paman.. dianggap aneh dan sering jd musuh bagi mereka hehe

      Hapus
  2. apakah memang sesusah itu ya om warm berhadapan dg birokrasi? :/

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenernya tergantung pimpinan jg sih biar kantor terasa adem, lha kalo pimpinane raisa mimpin piye jal?

      Hapus
  3. manajemen, dan koordinasi yang carut marut itu sedang kualami juga sih. akhirnya baru menyadari kalau separuh waktuku di kantor memang isinya untuk mengeluh dan mengumpat hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha tp dirimu spertinya lebih bagus mengelola masalah di kantor dibanding aku, kalo aku sih, awalnya aku koar2, tp kalo ga didengerin jg, yaudah aku skalian cuek aja sdh, kesel :))

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..

#54 tentang pikiran, keluhan dan ikhlas melepas

.. kemarin, saya membuka-buka arsip disertasi saya, membaca sekilas beberapa bagiannya, dan memutuskan untuk malu.  Saya makin yakin bahwa hanya keberuntungan saja yang bikin saya bisa menyelesaikan studi empat tahun yang lalu itu. Bahkan bagian referensi pun, benang merahnya kurang kuat, ada beberapa bagian yang bikin kening saya mengkerut sambili berpikir: dulu saya ngapain dan gimana saja mikirnya haha.  walaupun kalau mengingat prosesnya yang begitu ... ya tujuh tahun yang mungkin benar-benar seperti roller coaster  paling buruk sedunia.  Sudahlah, mengenang hal-hal yang kurang baik seringkali lebih detil daripada mengenang hal-hal bagus. saya juga mikir, kemarin diam-diam hidup saya juga banyak dilingkari keluhan, sana-sini, padahal penyebabnya ya diri sendiri juga, yang keras kepapa dan sering menganggap diri sendiri yang paling benar.  Padahal ya, saya selalu bilang sama kawan-kawan, seringkali dan sebagian besar masalah hidup seseorang itu ya karena dirinya sendiri.  Tak perlu