Langsung ke konten utama

tentang creameno

 sudah lama rasanya ngga review sesuatu, dan kali ini entah kenapa saya ingin ngerepiu blog yang pemiliknya sangatlah misterius, ini menarik, karena jadi memutarbalikkan ingatan ke sekitar awal tahun 2000-an, mungkin sekitar tahun 2007-an, dimana waktu itu, rata-rata pemilik blog banyak yang tidak diketahui jatidiri aslinya, kecuali beberapa orang yang akhirnya dikenal dengan istilah seleblog.  [kalau skarang sudah jamannya selebgam sih ya hehe]

jadi pemilik blog Creameno itu biasa dipanggil mb Eno, dan skarang lagi tinggal di salahsatu pulau di negeri ini, walau sepertinya kadang-kadang dulu dia tinggal di pulau seberang negeri, entah istilah apa pula ini ..  saya suka baca tulisan-tulisannya, walaupun baru kenal, kalo ga salah dikenalin sama mas Didut apa ya..

Postingan-postingannya menarik, cerita-ceritanya mengalir tanpa beban, dan kadang suka iseng berbagi hadiah buat para pembacanya, dan sekilas info, ternyata dulu sempat mau hibernasi, tapi kemudian hidup lagi, dan selama empat bulan hiatus [yaelah istilah blog jadul iniii], ternyata dicari-cari oleh para penggemarnya, sungguh warbyasa sekali euy..

di jaman serba instan sini, sungguh sangat menarik menemukan ada yang masih rajin ngeblog, dan itu tadi, asik untuk diikuti, dan beberapa waktu kmaren bikin saya Ge-Er, karena katanya suka baca tulisan saya huwahahaha saya sungguh senang, jadi saya ingin membalasnya, eh ngga ding, bukan membalas tepatnya, ya ingin menuliskan tentang blognya aja, yang postingannya beragam tema, tapi saya rasanya paling suka saat da berkisah tentang bisnisnya yang menggurita itu, teknik bisnis kecil-kecilan yang jadi besar-besaran itu sungguh menarik, walaupun padahal tidak diceritakan dengan detil-detil amat,  tapi kok ya keren..

jadi mungkin sesingkat ini saja deh, saya mau ngajar dulu #lah :))

lain waktu saya akan nulis tentang blog-blog lain yang suka saya kunjungi semenjak dulu kala ah..

Komentar

  1. Menarik, masih ada sejumlah pemain lama yang masih ngeblog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. lho blogger lama ya itu paman? saya malah baru tau & kenal soalnya :D

      Hapus
  2. Waaaw jadi terharu bacanya, maaciw mas RD sampai dibuatkan review 😆 Saya pun senang baca tulisan-tulisan mas RD dari jaman judulnya cuma pakai tanda sharp 😂 Wk.

    By the way, blog saya baru dibuat tahun 2019 Februari, namun mulai aktif blogwalk early 2020. Dan merasa senang bisa kenal banyak teman termasuk mas RD dan mas Didut juga. Ini mas Didut apa kabarnya yaaah sudah lama nggak lihat update-an blognya 🙈

    Ngomong-ngomong, banyak lho teman blogger yang saya kenal dan sering komen di blog saya itu nggak saya tau orangnya seperti apa 🤣 Alias mereka pun sama kayak saya, nggak pasang foto, endeblabla. Jadi pertemanannya pure fokus ke tulisan bukan ke orangnya 😆 Eh terus saya jadi sadar, saya juga nggak pernah lihat mas RD ~ hahahahaha 😁

    Semoga mas RD terus semangat blogging, berbagi cerita, yaaah 🥳🎉

    BalasHapus
    Balasan
    1. bentar, saya malah lupa judulnya yg pake tanda sharp itu yg mana :)) bbrp postingan saya hide, kalo gini jd pengen publish lg semua #lah haha

      wah blog baru taun 2019 tp penggemarnya sdh banyak, itu karena cara nulisnya ngalir gitu, serasa baca buku yg enak dibaca *mbulet*

      lha kalo mb eno ini jelas sekali misteriusnya sih, tp itulah bagian menariknya, kalo blogger lain digugling jg bakal nemu penampakannya hehe

      makasih sdh berkunjung ya mb, smoga tetap rajin juga berbagi cerita

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..

#54 tentang pikiran, keluhan dan ikhlas melepas

.. kemarin, saya membuka-buka arsip disertasi saya, membaca sekilas beberapa bagiannya, dan memutuskan untuk malu.  Saya makin yakin bahwa hanya keberuntungan saja yang bikin saya bisa menyelesaikan studi empat tahun yang lalu itu. Bahkan bagian referensi pun, benang merahnya kurang kuat, ada beberapa bagian yang bikin kening saya mengkerut sambili berpikir: dulu saya ngapain dan gimana saja mikirnya haha.  walaupun kalau mengingat prosesnya yang begitu ... ya tujuh tahun yang mungkin benar-benar seperti roller coaster  paling buruk sedunia.  Sudahlah, mengenang hal-hal yang kurang baik seringkali lebih detil daripada mengenang hal-hal bagus. saya juga mikir, kemarin diam-diam hidup saya juga banyak dilingkari keluhan, sana-sini, padahal penyebabnya ya diri sendiri juga, yang keras kepapa dan sering menganggap diri sendiri yang paling benar.  Padahal ya, saya selalu bilang sama kawan-kawan, seringkali dan sebagian besar masalah hidup seseorang itu ya karena dirinya sendiri.  Tak perlu