Langsung ke konten utama

#22 tiga kematian

 1.

pagi-pagi harus menguburkan kucing, entah punya siapa, yang tergeletak di halaman belakang, di bawah pohon belmbing wuluh.  mana badannya gede, mana sudah tergeletak semalaman sepertinya, badannya sudah bengkak.  Mana susah juga minjem cangkul dalam kondisi hari terakhir isolasi.  Akhirnya bikin lubang dari sekop kecil, alat berkebunnya si sulung.

2.

sore-sore, kok ribut-ribut.  ternyata satu kucing mulutnya lagi menggigit sesuatu, aku tengok di kolong mobil, aku pikir tikus, tapi kok beda, ealah ternyata mulutnya lagi lekat di leher.. tupai! panik, langsung saja kucing itu aku coba usir dengan paralon, sementara tupai panik jejeritan.  akhirnya aku lempar pake kerikil, kucing menjauh, tapi tupai tak tertolong. sepertiya lehernya entah patah entah tercekik gigitan kucing.

sementara di atas pohon rambutan seekor tupai lainnya ribut, bersuara kenceng, mungkin panik melihat temennya, atau pasangannya yang entah gimana ceritanya bisa diterkam kucing, duh kasian.  sampai menjelang maghrib tupai satunya itu masih ribut sambil naik turun dahan, ke arah tupai jantan yang aku letakkan dekat dahan di cabang bawah deket jemuran, duh euy..

3.

barusan dapat kabar, di story IG seorang kawan. bahwa salahsatu idola saya, tandemnya Stephen Chow: paman Ng Man-Tat atau Wu Meng Ta, wafat di usia 68 tahun gara-gara kanker. Duh euy, kok mendadak sedih saya. RIP paman .. :(

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..

#54 tentang pikiran, keluhan dan ikhlas melepas

.. kemarin, saya membuka-buka arsip disertasi saya, membaca sekilas beberapa bagiannya, dan memutuskan untuk malu.  Saya makin yakin bahwa hanya keberuntungan saja yang bikin saya bisa menyelesaikan studi empat tahun yang lalu itu. Bahkan bagian referensi pun, benang merahnya kurang kuat, ada beberapa bagian yang bikin kening saya mengkerut sambili berpikir: dulu saya ngapain dan gimana saja mikirnya haha.  walaupun kalau mengingat prosesnya yang begitu ... ya tujuh tahun yang mungkin benar-benar seperti roller coaster  paling buruk sedunia.  Sudahlah, mengenang hal-hal yang kurang baik seringkali lebih detil daripada mengenang hal-hal bagus. saya juga mikir, kemarin diam-diam hidup saya juga banyak dilingkari keluhan, sana-sini, padahal penyebabnya ya diri sendiri juga, yang keras kepapa dan sering menganggap diri sendiri yang paling benar.  Padahal ya, saya selalu bilang sama kawan-kawan, seringkali dan sebagian besar masalah hidup seseorang itu ya karena dirinya sendiri.  Tak perlu