Langsung ke konten utama

#21. orang kantor aneh

.. jadi ya, barusan aku ditelpon sama rekan kantor, sedikit panik, katanya ada yang lapor sama salahsatu petinggi kantor, kalau aku ada ke kantor.  akibat berita yang tak bisa dipertanggungjawabkan itu, ada panik lalu berencana mengadakan swab untuk semua pegawai di kantor. 

jadi, aku antara kesel dan lucu ngedengernya.

itu yang bikin laporan bukannya klarifikasi sama aku gitu, yang nerima laporan juga ujug-ujug cuma kasak-kusuk, lagi-lagi tanpa klarifikasi. kantor macam apa pula itu, kok ya bisa-bisanya ribut gara-gara bisikan mbuh siapa yang lambene minta dikeplak kui.

dan ini cuma tak sekali ini saja, emang ya cangkem seseorang itu, entah apa tujuannya, maksudnya apa, kadang emang bikin esmosy sahaja. tapi haish peduli amat. tapi awas kalo ketauanku ntar, tunggu wae

ohiya, btw kmaren orang dari puskesmas ada nganter obat-obatan, 4 jenis obat, yang kudu dihabisin antara 5 sampai 10 hari, dan katanya juga sesuai jadwal maka isolasi mandriri dianggap kelar di hari minggu. bentar lagi, bisa sepedaan lagi. hore.

Komentar

  1. yeyy! segera ngepit lagi om warm! segera share poto2 sepedanya lagi!


    recover soon om warm!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe siyaap. sdh sepedaan kok barusan hehe

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

jejak bubin Lantang

jika ditanya salah satu kota yang ingin saya datengin sejak berpuluh tahun yang lalu, jawaban saya pastilah: Bandar Lampung.  Tentu karena nama-nama sudut kota itu lekat di otak saya, gara-gara karya bubin Lantang itulah. dan saya, akhirnya menjejakkan kaki juga di tanah impian itu.  Sengaja dari penginepan, naik gojeg ke Jl. Manggis.  Itu kalo di serial Anak-anak Mama Alin adalah lokasi rumahnya Wulansari- ceweknya 'Ra. Sedangkan di novel Bila, itu adalah jalan tempat kediamannya Puji- ceweknya Fay. di Bila, malah jelas dibilangin nomer rumahnya: empatbelas, ya persis nomer rumah saya dulu di kampung.  Melihat plang nama jalan Manggis saja saya senang tak terkira.   Apalagi habis itu menemukan rumah bernomor 14.  Dan saya baru tau kalo itu rumah pegawai perusahaan kereta api.  Rumah tua memang, persis seperti yang digambarin di buku. Belum cukup senang saya, saat berjalan ke arah barat, ternyata ujung jalan bermuara ke Pasir Gintung! Tempat legendaris yang digambarkan sebaga

#38. Tiga kali 3 Blog Favorit

Sesekali ikutan kuis di blognya orang, kebetulan masih ada aja yang suka seru-seruan bikin kuis-kuisan semacam itu hehe.  Baru mengetik satu baris pun, saya sudah terbayang blog-blog yang seringkali saya tunggu apdetannya, walau kenyataannya dari tiga blog yang saya sering tunggu-tunggu itu, ada satu yang sudah lama tenggelam dengan kesibukan dunia kerjanya. Satunya lagi apdetannya kadang-kadang tapi masih cukup sering apdet lagi sekarang, satunya lagi entahlah, dia apdet sesuai mood hehe Sebenernya banyak sih blog yang suka saya kunjungi, dan ya biasanya tentu saya kunjungi kala mereka apdet di akun feedly saya.  Tapi soal favorit, tiga ini yang otomatis kepikiran. / 1. blognya jeung Indie. https://sumpahserapahku.blogspot.com/ Gaya berceritanya bebas dan semau-maunya, ntapi rapi dan suka panjang-panjang. Gaya bahasanya asik, dan sering membawa bertualang ke jaman 80-90-an haha.  Terakhir kali apdet nyaris tiga tahun yang lalu, tapi saya tak pernah bosan menunggu beliau khilaf dan ap

#39. Takka Steel Bike Conseres (TSBC 150)

Tahun 2020 kemarin, saya melihat postingan temen saya mas Agung Nugroho di facebook yang memamerkan sepeda lipat barunya.  Unik bentuknya, double tubing -nya mengingatkan saya pada doppelganger yang dulu sempet mau saya beli dari temennya istri namun batal.  Sekilas seperti perkawinan antara troy dan doppelganger . Setelah saya cari-cari informasi, itu bikinan lokal, sepeda lipat keren itu buatan mas Adhitya Atmadja dari Karanganyar.  Yang dijual cuma berupa frameset, sistem pre order , yang waktu saya awal tertarik konon antriannya sudah beberapa bulan ke depan. Nama sepedanya Takka Steel Bike seri Conseres. Nama yang berasal dari nama putra buildernya. Menariknya lagi, harga frameset tidak begitu mahal, untuk ukuran handmade, frame sepedalipat seharga 3.25 juta masih termasuk wajar untuk sebuah karya seni.  Saya anggap begitu karena benar-benar bukan pabrikan massal, sampai saat ini, rata-rata sehari cuma menghasilkan 1 (satu) frame, makanya kudu sabar menunggu pesanan selesai.