Langsung ke konten utama

#18. catatan isolasi h3

.. akhirnya tadi jadi juga swab pcr di Puskesmas Banjarbaru Selatan, jam 09.33 pagi, bersama istri, mertua dan ipar.  Untungnya tak seperti yang aku bayangkan kemarin, proses swab sendiri relatif cepet dan ga bikin sakit.  Katanya hasilnya baru keluar besok malam.

Sekarang kalo apa-apa kepaksa minta tolong si sulung, untung kuliahnya belum tatap muka, jadi belum pulang ke Jember.  Sementara si bungsu dengan segala caranya seperti berusaha menghibur uminya dengan caranya sendiri. Duh, semoga mereka berdua sehat terus euy.

Sementara soal makanan sih tak ada kendala, ada kalanya pesen via onlen, tapi sedari kemarin banyak temen-temen kantor istri yang ngirimin logistik, macem-macem pula, dari makanan, minuman, vitamin, supplemen dan entah apa lagi, baik sekali mereka euy.

Sedang temen-temen kantor katanya dijadwalin swab pcr besok, duh kasian juga jadi diminta tes juga, mudahan tak apa-apa.  Soalnya rasanya aku baru ada gejala di sabtu, sementara jumat kan libur.

Apalagi ya, oiya hidung masih rada pilek dikit, cuma tadi malem kepala sakit sekali, sepertinya akibat sakit gigi juga sih, jd kepaksa minum parasetamol.  Yah itu aja, mau baca buku lagi kok ya males lagi, mau nonton drakor tapi Mr Queen sudah tamat dan tak ada serial lain yang menarik..

Komentar

  1. cobain Reply 1988 atau hospital playlist atuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. pernah nonton reply 1988 & hospital playlist bentar, tp belum 'klik' euy hehe

      Hapus
  2. lho, saya malah baru tahu njenengan ternyata sedang kurang sehat. mohon maaf ketinggalan berita. ����‍♂️ /lah

    semoga cepat sembuh sehat sehat selalu om warm. sehat sehat juga buat keluarga di sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iya mas, gpp. sudah isolasi semingguan jg, rencana sih ngegenapin dua minggu biar bener2 aman.

      dan amin, terimakasih banyak, mas

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

jejak bubin Lantang

jika ditanya salah satu kota yang ingin saya datengin sejak berpuluh tahun yang lalu, jawaban saya pastilah: Bandar Lampung.  Tentu karena nama-nama sudut kota itu lekat di otak saya, gara-gara karya bubin Lantang itulah. dan saya, akhirnya menjejakkan kaki juga di tanah impian itu.  Sengaja dari penginepan, naik gojeg ke Jl. Manggis.  Itu kalo di serial Anak-anak Mama Alin adalah lokasi rumahnya Wulansari- ceweknya 'Ra. Sedangkan di novel Bila, itu adalah jalan tempat kediamannya Puji- ceweknya Fay. di Bila, malah jelas dibilangin nomer rumahnya: empatbelas, ya persis nomer rumah saya dulu di kampung.  Melihat plang nama jalan Manggis saja saya senang tak terkira.   Apalagi habis itu menemukan rumah bernomor 14.  Dan saya baru tau kalo itu rumah pegawai perusahaan kereta api.  Rumah tua memang, persis seperti yang digambarin di buku. Belum cukup senang saya, saat berjalan ke arah barat, ternyata ujung jalan bermuara ke Pasir Gintung! Tempat legendaris yang digambarkan sebaga

#38. Tiga kali 3 Blog Favorit

Sesekali ikutan kuis di blognya orang, kebetulan masih ada aja yang suka seru-seruan bikin kuis-kuisan semacam itu hehe.  Baru mengetik satu baris pun, saya sudah terbayang blog-blog yang seringkali saya tunggu apdetannya, walau kenyataannya dari tiga blog yang saya sering tunggu-tunggu itu, ada satu yang sudah lama tenggelam dengan kesibukan dunia kerjanya. Satunya lagi apdetannya kadang-kadang tapi masih cukup sering apdet lagi sekarang, satunya lagi entahlah, dia apdet sesuai mood hehe Sebenernya banyak sih blog yang suka saya kunjungi, dan ya biasanya tentu saya kunjungi kala mereka apdet di akun feedly saya.  Tapi soal favorit, tiga ini yang otomatis kepikiran. / 1. blognya jeung Indie. https://sumpahserapahku.blogspot.com/ Gaya berceritanya bebas dan semau-maunya, ntapi rapi dan suka panjang-panjang. Gaya bahasanya asik, dan sering membawa bertualang ke jaman 80-90-an haha.  Terakhir kali apdet nyaris tiga tahun yang lalu, tapi saya tak pernah bosan menunggu beliau khilaf dan ap

#39. Takka Steel Bike Conseres (TSBC 150)

Tahun 2020 kemarin, saya melihat postingan temen saya mas Agung Nugroho di facebook yang memamerkan sepeda lipat barunya.  Unik bentuknya, double tubing -nya mengingatkan saya pada doppelganger yang dulu sempet mau saya beli dari temennya istri namun batal.  Sekilas seperti perkawinan antara troy dan doppelganger . Setelah saya cari-cari informasi, itu bikinan lokal, sepeda lipat keren itu buatan mas Adhitya Atmadja dari Karanganyar.  Yang dijual cuma berupa frameset, sistem pre order , yang waktu saya awal tertarik konon antriannya sudah beberapa bulan ke depan. Nama sepedanya Takka Steel Bike seri Conseres. Nama yang berasal dari nama putra buildernya. Menariknya lagi, harga frameset tidak begitu mahal, untuk ukuran handmade, frame sepedalipat seharga 3.25 juta masih termasuk wajar untuk sebuah karya seni.  Saya anggap begitu karena benar-benar bukan pabrikan massal, sampai saat ini, rata-rata sehari cuma menghasilkan 1 (satu) frame, makanya kudu sabar menunggu pesanan selesai.