Langsung ke konten utama

#1 tahun baru

.. tiba-tiba sudah tanggal lima saja.  belum juga fit in dengan keadaan kantor yang rada berubah, yang diam-diam dan pelan pelan memunculkan karakter-karakter manusia bertaring dan haus akan pride, dan yang merasa menjadi dewa.

saya sih sepagi tadi merasa, penuh teguran, seekor kucing kecil yang mati terlindas roda mobil tetangga depan yang mundurin mobil begitu saja.  jadilah membuat liang kubur untuknya di saat gerimis datang. dan pikiranku berusaha untuk tidak memikirkan hal tentang berpulang seperti biasanya.

ini juga aku paksa untuk menulis tentang apa saja, lama tak menulis membuat otak rada buntu rasanya, juga membaca, tampaknya harus kembali dilakukan saat pulang ke rumah, tak cuma mengamati sosial media yang entahlah apa gunanya, terutama twitter yang makin lama makin menjadi ajang untuk unjuk gigi taring..

skarang apa, lg seneng nonton eiger pods sama konten2 youtub yang asik seperti punya dzawin itulah..

dan ohiya, setelah aku pikir-pikir, beberapa orang kadang ngerasa tinggi setelah punya titel pendidikan yang tinggi, halagh kok bisa gitu, kok bisaa

Komentar

  1. Ah ini berlaku juga buat jabatan. Kadang saya bertanya sama diri sendiri juga sih, apa setelah punya pendidikan tinggi ataupun jabatan tinggi, saya akan tetap seperti saya yang saya kenal atau malah berubah juga jadi seperti orang-orang yang saya anggap menyebalkan itu. Hehee. BTW, selamat tahun baru hari ke-14, om wxrm 。◕‿◕。

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul juga sih ya, kalau berkaca agak lama, mungkin ngerasa ada yang berubah, semoga saya tidak banyak berubahnya euy.
      dan ya semoga tahun ini masih ramah sama kita ya

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..

#54 tentang pikiran, keluhan dan ikhlas melepas

.. kemarin, saya membuka-buka arsip disertasi saya, membaca sekilas beberapa bagiannya, dan memutuskan untuk malu.  Saya makin yakin bahwa hanya keberuntungan saja yang bikin saya bisa menyelesaikan studi empat tahun yang lalu itu. Bahkan bagian referensi pun, benang merahnya kurang kuat, ada beberapa bagian yang bikin kening saya mengkerut sambili berpikir: dulu saya ngapain dan gimana saja mikirnya haha.  walaupun kalau mengingat prosesnya yang begitu ... ya tujuh tahun yang mungkin benar-benar seperti roller coaster  paling buruk sedunia.  Sudahlah, mengenang hal-hal yang kurang baik seringkali lebih detil daripada mengenang hal-hal bagus. saya juga mikir, kemarin diam-diam hidup saya juga banyak dilingkari keluhan, sana-sini, padahal penyebabnya ya diri sendiri juga, yang keras kepapa dan sering menganggap diri sendiri yang paling benar.  Padahal ya, saya selalu bilang sama kawan-kawan, seringkali dan sebagian besar masalah hidup seseorang itu ya karena dirinya sendiri.  Tak perlu