Langsung ke konten utama

draft yang lama kosong



pengen nulis tapi tentang apa, tapi di sisi lain pengen nulis, susah ya jadi manusia, banyak maunya tapi mbingungi.

mau nyeritain tentang perjalanan ke desa paling ujung dari kabupaten tempatku bekerja sambil menengok air terjun yang katanya tertinggi di provinsi ini tapi kok ya ga  mood

tentang bercerita tentang keinginan untuk sepedaan rada jauh kok ya lagi males.

mau bertutur tentang keinginan untuk menghabiskan stok kain di rumah untuk diubah menjadi masker kok ya juga lagi ga pengen.

atau tentang keputusan beberapa jam yang lalu yang ujug-ujug kembali bikin akun sosmed hibernasi, tapi toh tak ada alasan yang kuat selain iseng dan bosan.

atau soal kantor? ah bosan, masih gitu-gitu aja, ga terlalu menarik untuk diceritakan.  mending menikmati hidup dan harihari dengan rajin nonton televisi dan netflix, untungnya masih ada serial Amazing Race yang ditunggu tiap kamis malam, serta seri Start Up di Netflix di akhir pekan yang selalu sukses bikin mata nyalang demi kelanjutan kisahnya Chul-San dan Jung haha 

*foto itu adalah Honor Band 5i, akhirnya beli jam tangan juga, yang karena harganya cukup murah meriah dan bisa ngukur kadar oksigen dalam darah ceunah, canggih ya

Komentar

  1. males, ga mood, tapi tetap bisa jadi satu tulisan ya om :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. cuma segitu dan ga jelas arah tujuannya je hehe

      Hapus
  2. kalo bosan nulis, coba bikin podcast.. tinggal ngomong cerita gitu saja..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ide bagus sih kang, tapi saya ga pede dengan suara saya sendiri 😂

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..

#54 tentang pikiran, keluhan dan ikhlas melepas

.. kemarin, saya membuka-buka arsip disertasi saya, membaca sekilas beberapa bagiannya, dan memutuskan untuk malu.  Saya makin yakin bahwa hanya keberuntungan saja yang bikin saya bisa menyelesaikan studi empat tahun yang lalu itu. Bahkan bagian referensi pun, benang merahnya kurang kuat, ada beberapa bagian yang bikin kening saya mengkerut sambili berpikir: dulu saya ngapain dan gimana saja mikirnya haha.  walaupun kalau mengingat prosesnya yang begitu ... ya tujuh tahun yang mungkin benar-benar seperti roller coaster  paling buruk sedunia.  Sudahlah, mengenang hal-hal yang kurang baik seringkali lebih detil daripada mengenang hal-hal bagus. saya juga mikir, kemarin diam-diam hidup saya juga banyak dilingkari keluhan, sana-sini, padahal penyebabnya ya diri sendiri juga, yang keras kepapa dan sering menganggap diri sendiri yang paling benar.  Padahal ya, saya selalu bilang sama kawan-kawan, seringkali dan sebagian besar masalah hidup seseorang itu ya karena dirinya sendiri.  Tak perlu