Langsung ke konten utama

#22 'bout today


hari yang panas dan melelahkan, lahir batin.

kalo yang bagian lahir yang melelahkan sih, itu lebih karena saya sepedaan cukup jauh hari ini dan cuaca kebetulan sangat cerah, langit teramat biru, dan itu artinya adalah menjelang tengah hari hawanya bakal puanas pake banget, apalagi ini banjar bruh, hawanya bahkan menurutku lebih panas dibanding kota surabaya yang sangat panas itu.


dan persinggahan saya hari ini cukup banyak.  

yang pertama sesuai niat saya sedari rumah adalah mengunjungi makam mama, sudah lama rasanya tidak menemui beliau, baca yasin di makam, terpekur sesudahnya dan selalu tak bisa menahan mata yang berkaca-kaca, membayangkan kilasan waktu-waktu saat beliau masih hidup.  Tentang mama nanti akan saya ceritakan di bab mengenai orang tua. Ya 13 Januari nanti tak terasa sudah bakal tiga tahun..

sebelumnya, saya berpapasan dengan dengan ading (adik) saya di tengah jalan saat dia naik motor menuju tempat kerjanya, sekalian aja saya kasihkan ting-ting gepuk yang sebenernya oleh-oleh waktu pulang dari Jogja, karena itu salahsatu snack favoritnya.  Itu pun hasil beli onlen, karena yang diniatkan sebagai oleh-oleh habis oleh saya sendiri, lha habis enak sih haha

terus saya mampir ke rumah keluarga kami dulu, ya tempat saya menghabiskan sebagian hidup saya.  walau rasanya sedih aja euy, rumah itu seakan kehilangan nyawa dan semangatnya setelah ditinggalkan mama.  Biasanya pas ke rumah itu saya pasti langsung ke belakang, salim sama mama yang biasanya sibuk di dapur, dan pas saya datang beliau pasti sibuk nyiapin makanan..  Tapi siang tadi aku malah ga mampir rumah dulu- yang sekarang dihuni oleh adik keempat-  malah langsung ke belakang, ke rumah acil (bu lik) adik bungsunya mama yang ternyata juga sedang keluar bentar.  Ketemunya sama ponakan-ponakan yang terliat seneng saat saya kasih jajan, selalu begitu, dan saya tiba-tiba saja kok ya terharu dan merasa hidup saya bermanfaat hehe padahal cuma ngasih berapa sih.  Mudahan ntar2 bisa terus ngasih jajan sama mereka dana makin banyaka maunya hehe

menjelang tengah hari, aku puter balik menuju rumah lagi, tapi di tengah jalan berbelok ke rumah abah, beliau sekarang ngontrak.  Sedih juga euy ngedenger cerita kalo beliau subuh-subuh tadi katanya mau berangkat ke rumahmu.  Kata adingku beliau kagananangan (kepikiran) karena memang sudah agak lama ga mengunjungi beliau.  Tapi memang dua mingguan kemarin aku ga berani ke sana karena baru saja dateng dari sebuah perjalanan.  Seperti biasa walaupun sebentar, beliau terlihat senang aku kunjungi. Lagian akhir pekan ini rencananya juga mau ada acara makan-makan di rumah, ngundang semua sodara dan beliau tentu.

tepat jam 12 siang, aku pamit sama abah, lalu mampir ke rumah ading yang tadinya berpapasan di jalan, sebelumnya mampir dulu beli nasi bungkus lauk itik bumbu masak habang favoritku.  Di rumahnya cuma ada ponakan yang aku ajak makan siang bareng.  Trus numpang zuhur, dan melanjutkan perjalanan pulang. Perjalanan pulang yang cukup lama karena panas sehingga banyak mampirnya.

Untung hasil upgrade sepeda beberapa hari terakhir cukup membantu meringankan perjalanan, tapi tetep saja euy, jadinya banyak minum sepanjang jalan.

Kalo lelah batin itu sih gara-gara manusia-manusia yang ngaku-ngaku wakil rakyat tapi bikin peraturan seenaknnya dhewe yang menguntungkan perut-perut busuknya sendiri.  Walaupun aku belum membaca secara keseluruhan undang-undang itu, tapi hasiil ulasan profesor pembimbingku dalam sebuah pertemuan online sudah cukup membuka mataku bahwa itu adalah peraturan kejam yang cuma menguntungkan bangsat-bangsat bertopeng anak bangsa* dengan dalih mempermudah perijinan, investasi bla bla bla pret.  Lah sudah rahasia umum kalo untuk jadi anggota legislatif sebagian besar sekali ngeluarin duit yang ga sedikit, apalagi yang ada di otak mereka selain mau balikin modal.

Lalu, mbuka sosmed bentar, dan menemukan ocehan-ocehan manusia-manusia kecewa yang kepikiran untuk pindah ke negara lain melihat carut marut negeri ini.  Bajingan betul.  Pas senang disayang, pas dibenci ditendang.  Pola pikir yang bikin saya rasanya pengen mengeluarkan kata-kata kasar. Tapi sudahlah, pikiran orang beda-beda, toh yang sok-sokan pindah negara itu emang kemampuannya seberapa untuk mewujudkannya? Walaupun saya tau itu puncak kekecewaan atas keriweuhan yang terjadi, tetap saja tak elok berpikiran kurang ajar seperti itu, toh? Mbokya urun ide dan pikiran gitu, situ bisa apa supaya sama-sama bisa lebih baik.  Toh, yang semau-maunya bikin aturan di atas juga hidupnya ga bakal lama lagi, apalagi ditambah doa dari seluruh penjuru negeri untuk ..

Itu saja sih, untuk mengurangi kekesalan itu saya ga buka dan baca berita hari ini.  Pusing. Mending baca novel aja atau nonton netflix. wes

____

*itu lirik lagu Interupsi dari Ahmad Band, 1998~ pas untuk memaki-maki manusia2 berwujud demit kui

Komentar

  1. Ikutan nonton Netflix juga ah biar gak ikut 'panas'..

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba tonton The Girl from Nowhere, serial dr thailand, keren menurutku 😅

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..

#54 tentang pikiran, keluhan dan ikhlas melepas

.. kemarin, saya membuka-buka arsip disertasi saya, membaca sekilas beberapa bagiannya, dan memutuskan untuk malu.  Saya makin yakin bahwa hanya keberuntungan saja yang bikin saya bisa menyelesaikan studi empat tahun yang lalu itu. Bahkan bagian referensi pun, benang merahnya kurang kuat, ada beberapa bagian yang bikin kening saya mengkerut sambili berpikir: dulu saya ngapain dan gimana saja mikirnya haha.  walaupun kalau mengingat prosesnya yang begitu ... ya tujuh tahun yang mungkin benar-benar seperti roller coaster  paling buruk sedunia.  Sudahlah, mengenang hal-hal yang kurang baik seringkali lebih detil daripada mengenang hal-hal bagus. saya juga mikir, kemarin diam-diam hidup saya juga banyak dilingkari keluhan, sana-sini, padahal penyebabnya ya diri sendiri juga, yang keras kepapa dan sering menganggap diri sendiri yang paling benar.  Padahal ya, saya selalu bilang sama kawan-kawan, seringkali dan sebagian besar masalah hidup seseorang itu ya karena dirinya sendiri.  Tak perlu