Langsung ke konten utama

negativity


 hari ini, ada dua cerita tentang hal negatif.

yang pertama, sukurnya negatif yang positif.  Jadi hasil tes swab hari minggu kemarin adalah negatif.  Surat resminya saya tidak ngeliat, cuma dikasih kabar via whatsapp oleh bagian kepegawaian yang ngurusin tes itu kmaren.  Sukurnya lagi, konon satu kantor hasilnya negatif.  Terkecuali untuk kawan-kawan yang baru bisa ikut tes belakangan di hari rabu.

yang kedua, hal-hal negatif di sosial media, terutama twitter.  Platform satu itu memang edan-edanan, cuma beberapa huruf untuk menuliskan asumsi dan opini, tapi banyak yang bikin kesel haha.  Makanya daripada bikin mumet beberapa akun terpaksa aku mute.  Sama sih ada beberapa akun di facebook yang terpaksa aku unfollow, gara-gara tiap kali posting atau komen kok ya menyebalkan.  Sensitif sekali ternyata saya, ya?

Lha, kadang bingung juga, orang-orang itu ya kok mudah sekali menyemburkan hal-hal negatif dimana-mana. Ah sudahlah. Mending sibuk bikin roti lagi.  Ohya, barusan akhirnya berhasil juga bikin banana cake,  kmaren dua kali bikin gagal sepertinya gara-gara tidak pake soda kue, nekat cuma pake baking powder, ga gagal-gagal amat sih, karena katanya enak.

Hal lainnya yang sepertinya berpengaruh adalah, timbangan yang tidak akurat.  Akhirnya beli timbangan digital dengan kapatitas maksilam 1 kg aja. Keren sih, cuma limapuluh ribuan hehe

Eh bentar, cerita tentang hal negatif kok ujungnya cerita tentang hal yang bagus-bagus sih ya.

Komentar

  1. syukurlah hasil swab tesnya negatif!

    memang di media sosial, kalo ngga punya filter, atau minimal mental yang kuat, mending ngga liat dulu.. ��

    BalasHapus
  2. @Zam
    iya mas, alhamdulillah.

    dan sosmed yaitulah, terlalu diseriusin jg bikin mumet hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Toko & Bengkel Sepeda di Jogja

Sejak 'mengenal' sepeda, beberapa kawan yang sangat mengerti anatomi, morfologi dan histologi sepeda, saya pun memberanikan diri memberi rekomendasi beberapa toko dan bengkel sepeda di Jogja yang harus disambangi dikala sepeda memerlukan perawatan dan penggantian suku cadang. Rekomendasi tempat-tempat ini berdasarkan pertimbangan: harga, kelengkapan ketersediaan suku cadang, hasil seting sepeda dan pengalaman empunya bengkel.  Juga pengalaman beberapa kawan saat membeli spare part ataupun memperbaiki sepedanya.  Rata-rata setiap toko atau tempat yang menyediakan sepeda dan suku cadangnya juga menyediakan tempat dan tenaga untuk seting dan reparasi, tapi tak semua hasilnya bagus.   Bengkel sepeda Rofi (Rahul Bike) ,  pemiliknya adalah teman saya di komunitas sepeda Federal , tapi menurut sejarah awalnya justru beliau akrab dengan sepeda-sepeda keluaran baru.  Hasil seting sepeda mas Rofi ini sudah sangat dapat dipertanggungjawabkan, hal ini bisa dilihat dari jej

tentang HMNS

HMNS adalah  eau de perfume racikan anak Menteng, paling ngga saya tau itu dari alamat pengirimnya hehe selaku manusia yang benar-benar awam tentang wewangian, hal ini adalah benar-benar baru bagi saya.  Mulai tertarik dengan hal ini justru gara-gara beberapa kali kawan saya yang bernama Inda posting tentang koleksi parfumnya.  Walau sekali lagi, pertamakali yang namanya parfum bikin saya penasaran adalah film dengan tokoh utama Jean-Baptiste Grenouille yang jenius itu. dan kebetulan ada gerombolan yang rajin mengapdet produknya di media sosial, bikin saya penasaran dan memesan starter pack  yang berisi tiga varian produk andalannya : alpha, delta dan theta. saya yang tak begitu paham tentang esensi  top notes, middle notes, dan  base notes, akan mencoba memberikan gambaran ketiga wangi yang beberapa jam tadi saya sniff  satu-satu, dan imajinasi tentang ketiga makhluk itu pun muncul begitu saja.. alpha. adalah kalem, misterius, berkesan elegan tapi sekaligus berpotensi seba

tentang (mantan) sepeda

tulisan ini aslinya berupa thread di twitter, yang sepertinya alangkah baiknya diarsipkan juga di sini, dengan beberapa tambahan dan pengurangan kalimat dan beberapa gambar yang sempat terdokumentasikan..  mari nostalgia dg (mantan) sepeda2 saya yg tak seberapa itu.. kebetulan, sebagian besar baru bisa kebeli saat di Jogja. #1. Sepeda mtb ladies, mbuh merknya apa. Beberapa kali sempet dibawa ke kampus. Waktu make sepeda itu ga ngerti sama sekali sama setingan yg enak dll- asal bawa aja. Endingnya ilang di dpn kontrakan. Dicuri kyknya. #2. Sepeda hitam. Merknya jg mbuh. Beli sama mas bengkel- yg namanya saya lupa/ hedeh- Karangkajen. Sempat saya pikir Federal tp ternyata bukan, tp gara2 sepeda ini saya kenal dg anak2 Fedjo- federal jogja.  Itu di bawah fotonya, . saat sepedaan minggu pagi, mbonceng Thor dan bang Ai depan rektorat UGM. #3. Federal Metal Craft. Beli di bengkel sepeda di Jl. Gambiran. Beli fullbike dg setingan & groupset seadanya. Akhirnya dipake si