tentang pencitraan

Rasanya ini suatu saat harus saya publikasikan di koran, tentang penting atau malah tidak pentingnys suatu pencitraan.  Baiknya kita mulai dari sesuatu yang bernama tujuan, mencitrakan sesuatu itu dalam rangka apa, untuk apa? Apa sekedar untuk memberitahukan bahwa “aku ada” atau ingin mengatakan pada dunia bahwa “aku layak untuk diperhitungkan”.

Mungkin harus pake model Esman tentang anasir lembaga dalam institution building, bahwa hasil interaksi antara variabel-variabel lembaga dan linkage berujung pada keadaan akhir kelembagaan yang salahsatunya adalah has a good image in the environment.  

Tapi kelembagaan adalah sebuah sistem, dan image alias citra yang terbentuk adalah lebih dari sebuah hasil dari rangkaian proses, dan itu dibentuk- bahkan terbentuk dengan sendirinya, akibat hasil dari transaksi antara unsur lembaga dan linkage alias keterkaitan-keterkaitannya.

Akan halnya dalam bekerja pun, tanpa perlu kita mencitrakan diri bahwa kita sungguh bekerja, orang lain yang akan menilainya, pihak lain, yang bahkan tak pernah terpikirkan, akan memberikan skornya sendiri akan diri kita, hasil kerjaan kita, dan semua punya sistem penilaiannya sendiri-sendiri.  Kita yang tak bisa bikin standarisasi penilaian orang lain, atau berusaha membuat persepsi yang sama akan apa yang telah kita lakukan.

Mungkin lebih baik berusaha melakukan yang terbaik, tanpa harus berusaha terlihat sebagai yang terbaik.  Buat apa? Sepenting apa?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Toko & Bengkel Sepeda di Jogja

tentang HMNS

Abdi bogoh ka anjeun