Langsung ke konten utama

tentang ketidakpedulian

mungkin aku sudah sampai pada fase: dimana aku tidak terlalu peduli apakata orang tentang aku, tak hirau akan apa yang orang pikirkan tentangku, lagian siapa juga yang peduli dengan apa yang aku lakukan?

tapi aku pikir ini juga tak lebih dari pengulangan siklus, saat aku dulu juga tak begitu peduli dengan orang-orang di sekelilingku, juga pendapat mereka, yang penting aku jalan terus dan bernapas tanpa mengganggu siapa pun.

mungkin bakal lebih bagus jika ditambah: aku tak peduli dengan masalah siapapun, masalahmu ya masalahmu, masalahku juga ya biar aku telan sendiri, itu sepertinya lebih, jauh lebih baik dari apapun.

kembali ke pola hidup: let it flow.?
atau memang begitulah pola hidupku sejak dulu?

----

ohya. nulis ga jelas gini gara-gara sebenarnya mungkin gara-gara aku sedikit terpengaruh dengan review orang-orang atas mont blanc starwalker dan armaf tag him yang katanya dupe chanel de bleu. hidungku masih menyesuaikan dengan notes kedua aroma baru ini.  awalnya jelas lah kaget, tapi lama kelamaan (ya baru beberapa belas menit sih) drydown-nya enak kok: starwalker seger, sementara tag him ya seger juga, walau rada-rada powdery.

__

halagh makin ngaco

Komentar

  1. Ketika hampir menitikkan air mata baca paragraf-paragraf pertama, terjebak dalam renungan tentang hidup, saya tiba-tiba lost di paragraf terakhir. Hahaha...

    Tapi postingannya seger, sih. :D Beneran, deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bentar bentar, ini yg mampir komen blogger lejen itukah, wow, selamat sdh mampir dan maaf jikalau tulisan ini mengecewakan anda XD

      Hapus
    2. Udah serius mbaca trus dihempaskan sama penutup yang komik sekali. Kangen banget aku baca cerita-cerita di sini. Hahahah

      Lejen uopoh? Iki kanca lawas suwi ngilang njuk ujug-ujug moro. Hahaha... Mari ramaikan kembali.

      Hapus
  2. Bajindul. Lali ngganti jeneng. :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang (pamer) jam tangan

 saya sebenarnya termasuk manusia yang jarang sekali pakai jam tangan, dan terakhir saya cuma punya satu jam digital, yang saya beli sebenernya karena ada fitur ngukur SPO2 alias saturasi udara- gara-gara pandemi covid itulah.. itupun Honor band 5i yang termasuk paling murah di kelasnya.. dan ajaibnya, walaupun pas pake jam tangan itu, tetap saja lebih sering ngecek waktu via hape hehe.. dan kalimat itu juga kurang lebih yang saya sampaikan di postingan mb Eno di blognya tentang jam tangan .. trus tau-tau beberapa waktu lalu, dia bilang mau ngirimin saya sesuatu, jauh-jauh hari sih sebelum saya kasih komentar tentang jam tangan itu, trus akibat komen saya itu, mb Eno buka kartu tentang apa yang dia kirimin ke saya itulah yang kemarin paketnya sampai dan isinya langsung saya pakai, dan masih rajin saya pakai sampai nyaris seharian tadi hehe lha saya ga nyangka aja dikasih jam tangan sama temen baru saya itu. makasih banyak lho, smoga saya inget pesannya untuk jangan lagi nengok hape saa