Langsung ke konten utama

tentang rindu yang berkarat

kadang aku rindu bikin fiksi. imajinasiku rada buntu. perasaanku kurang enak.

kadang juga rindu hal-hal seperti tidur agak telat seperti sekarang, menikmati hari-hari dengan senyap. tanpa perlu dan bermimpi yang macam-macam.

aku hanya ingin bernapas seperti biasa, dan bangun pagi dengan ringan. untuk kemudian menuliskannya: di kertas, di blog, di notes hape, dimana saja.

kadang aku rindu diriku yang dulu.  yang sendiri di sudut, tanpa peduli apapun kelakuan orang lain.  diriku saat 29 tahun yang lalu, yang seringkali kurang uang namun tenang.

Komentar

  1. "kurang uang namun tenang"

    maap om, lagi gaje, jadi mampir kemana-mana

    BalasHapus
    Balasan
    1. malah seneng aku dikunjungi tamu, jd pengen aku traktir patin lampung yg enak itu, haduh jd lapar

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang (pamer) jam tangan

 saya sebenarnya termasuk manusia yang jarang sekali pakai jam tangan, dan terakhir saya cuma punya satu jam digital, yang saya beli sebenernya karena ada fitur ngukur SPO2 alias saturasi udara- gara-gara pandemi covid itulah.. itupun Honor band 5i yang termasuk paling murah di kelasnya.. dan ajaibnya, walaupun pas pake jam tangan itu, tetap saja lebih sering ngecek waktu via hape hehe.. dan kalimat itu juga kurang lebih yang saya sampaikan di postingan mb Eno di blognya tentang jam tangan .. trus tau-tau beberapa waktu lalu, dia bilang mau ngirimin saya sesuatu, jauh-jauh hari sih sebelum saya kasih komentar tentang jam tangan itu, trus akibat komen saya itu, mb Eno buka kartu tentang apa yang dia kirimin ke saya itulah yang kemarin paketnya sampai dan isinya langsung saya pakai, dan masih rajin saya pakai sampai nyaris seharian tadi hehe lha saya ga nyangka aja dikasih jam tangan sama temen baru saya itu. makasih banyak lho, smoga saya inget pesannya untuk jangan lagi nengok hape saa