Langsung ke konten utama

jejak 1997.

22 tahun sudah berlalu kawan.
pertamakali menyeberang lautan ke Jawa Dwipa, menjejak tanah dan pengalaman baru.  Menghirup udara yang belum pernah kita rasakan.  Melihat hirukpikuk yang sebelumnya cuma bisa dilihat dari layar televisi dan terbaca di lembaran koran.

Praktek hutan tanaman yang tak sampai dua minggu, untuk dilanjutkan , dengan urusan masing-masing.  Aku sendiri ke arah barat, naik Kertajaya, atau Kereta Gaya Baru, persisnya lupa.  Menuju ibukota dari Lempuyangan, menikmati kereta api ekonomi tak lelah, sampai di ujung rel: stasiun Jakarta Kota.  Cukup sebentar untuk kemudian berganti kereta listrik, KRL dengan tiket seharga sembilan ratus perak.  Menuju kota hujan, kota yang aku impikan sejak lama untuk di datangi, untuk menemui dirinya, dirimu.

(bersambung kapan2)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..