Langsung ke konten utama

tentang yang terlupa

aku bukan siapa-siapa, jadi kalau suatu saat kalah dan tersingkir dari manapun, sungguh tidaklah masalah besar. bubin LantanG mengajarkan padaku bahwa idealisme harus tetap dipegang, hidup pun harus terus berjalan, dan tak ada pesta yang tak akan usai.  Tak ada juga kisah yang selalu berakhir bahagia, itu cuma di FTV, sementara kisah-kisah karya bubin selalu berakhir tragis.

aku hanya ingin belajar menulis lagi, walau  seringkali gagal dan tak tahu arah seperti sekarang ini.  penyebabnya padahal sederhana: malas membuat line out, eh garis besar cerita.  bahkan begitu juga mungkin hidupku yang seperti tetap dibiarkan mengalir, tanpa tahu dimana hilir.

tapi sejauh ini, aku menikmatinya. berusaha menikmatinya. dan terus berpikir aku bukanlah apa-apa, juga bukan siapa-siapa. jadilah biarlah terlupa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang (pamer) jam tangan

 saya sebenarnya termasuk manusia yang jarang sekali pakai jam tangan, dan terakhir saya cuma punya satu jam digital, yang saya beli sebenernya karena ada fitur ngukur SPO2 alias saturasi udara- gara-gara pandemi covid itulah.. itupun Honor band 5i yang termasuk paling murah di kelasnya.. dan ajaibnya, walaupun pas pake jam tangan itu, tetap saja lebih sering ngecek waktu via hape hehe.. dan kalimat itu juga kurang lebih yang saya sampaikan di postingan mb Eno di blognya tentang jam tangan .. trus tau-tau beberapa waktu lalu, dia bilang mau ngirimin saya sesuatu, jauh-jauh hari sih sebelum saya kasih komentar tentang jam tangan itu, trus akibat komen saya itu, mb Eno buka kartu tentang apa yang dia kirimin ke saya itulah yang kemarin paketnya sampai dan isinya langsung saya pakai, dan masih rajin saya pakai sampai nyaris seharian tadi hehe lha saya ga nyangka aja dikasih jam tangan sama temen baru saya itu. makasih banyak lho, smoga saya inget pesannya untuk jangan lagi nengok hape saa