Langsung ke konten utama

tentang wewangian

mungkin aku sedang perlu wewangian, untuk menghiasi senin yang membosankan mungkin?  gara-gara seorang teman, saya lagi penasaran dengan aroma dior sauvage, walau katanya coba aja armaf ventana, yang kloningan sauvage.

alih-alih memesan decant-nya, aku malah memesan HMNS, parfum racikan dalam negeri, beli starter pack-nya sahaja, isi 3 variannya: alpa, delta dan tetha.  Deskripsi ketiga notes dari ketiga parfum itu juga menggoda pikiranku.  Entah kapan dikirim karena sistem pre-order, janjinya minggu depan.

Aku memang jarang pakai wewangian, tapi suka bila ketemu wangi yang enak, yang awet di otakku masihlah pierre cardin pacarku dulu, yang masih pakai seragam putih, menemuiku di samping laboratorium anatomi, sambil menyerahkan surat, yang isinya kalau tidak salah penundaan jadwal bertemu karena harus pulang dulu...

Selain itu, parfum selalu mengingatkanku akan film Perfume: the story of a murderer yang keren itu, lalu novel Aroma Karsa-nya dewi lestari yang beberapa alurnya jelas-jelas mengingatkanku akan film itu, yang novelnya ga jadi-jadi dibeli karena diterbitkan oleh Dastan yang biasanya hasil terjemahannya tak begitu bagus.

Wangi bagiku adalah kenangan dan pembunuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang (pamer) jam tangan

 saya sebenarnya termasuk manusia yang jarang sekali pakai jam tangan, dan terakhir saya cuma punya satu jam digital, yang saya beli sebenernya karena ada fitur ngukur SPO2 alias saturasi udara- gara-gara pandemi covid itulah.. itupun Honor band 5i yang termasuk paling murah di kelasnya.. dan ajaibnya, walaupun pas pake jam tangan itu, tetap saja lebih sering ngecek waktu via hape hehe.. dan kalimat itu juga kurang lebih yang saya sampaikan di postingan mb Eno di blognya tentang jam tangan .. trus tau-tau beberapa waktu lalu, dia bilang mau ngirimin saya sesuatu, jauh-jauh hari sih sebelum saya kasih komentar tentang jam tangan itu, trus akibat komen saya itu, mb Eno buka kartu tentang apa yang dia kirimin ke saya itulah yang kemarin paketnya sampai dan isinya langsung saya pakai, dan masih rajin saya pakai sampai nyaris seharian tadi hehe lha saya ga nyangka aja dikasih jam tangan sama temen baru saya itu. makasih banyak lho, smoga saya inget pesannya untuk jangan lagi nengok hape saa