tentang kejadian hari ini

Pagi-pagi masih segar, udara masih bagus, sampai di jam sembilan lewat saat keluar rumah, beberapa ratus meter dari komplek kabut asap menghadang.  terpaksa mampir minimarket, beli masker.  Udara pun terasa lebih panas. Untung saat balik rumah lagi asap sudah reda, dan rasanya beda, di sekitar komplek jauh lebih seger dan lebih enak udaranya dibanding dekat jembatan, sekitar seratus meter dari gerbang komplek.  Yaelah ini aku cerita kok ya mbulet lagi.

Aku baru nyadar, di pinggir jalan ada mahoni dan angsana yang tumbuhnya bagus dan daunnya lebat, sekitar rumah juga masih ada pepohonan, nyesel juga dulu nebang  jeruk bali depan rumah.  karena apa dulu lupa.

Sementara, soal asap di negeri ini, mau nyalahin siapa? Salahin tuh cukong-cukong kayu yang bertahun-tahun melahap hutan di negeri ini dengan berbekal ijin HPH. Hedeh, dongkol bener kalo inget itu, mana kampusku waktu S1 dulu sedikit banyak ikut peran serta dalam merusak hutan walau secara tak langsung.  Lah dosen-dosen yang sibuk proyek di perusahaan, entah terkait kajian akademik dan sejenisnya. entahlah.  Aku sendiri masih tak bisa apa-apa dengan ilmu yang didapat dari kampus.

Ya sekarang cuma bisa doa, smoga besok pagi masih seger, soalnya mau sepedaan.  Dan semoga cepet turun hujan, biar bisa mendinginkan otak manusia-manusia yang cuma bisa mencaci tanpa ada solusi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Toko & Bengkel Sepeda di Jogja

tentang HMNS

Abdi bogoh ka anjeun