Langsung ke konten utama

tentang fiksi yang berlalu

..malam baru saja benar-benar menampakkan jatidirinya, walau tak benar-benar senyap, di dermaga buatan, yang tak seberapa jauh dari tempatnya duduk dan menikmati sebotol minuman hitam, masih ada beberapa orang yang belum menuntaskan obrolannya.

suara ombak menyusup, dan ujung buihnya terlihat datang cepat-cepat, lalu mundur pelan-pelan, menyisakan pasir yang basah, padahal laut sedang tidak pasang. Otaknya beku. Langit sedang gelap, bintang yang ada tak mampu menembus pekat sepenuhnya.

Pikiran rasanya masih penuh dengan siang yang lengang, jalanan yang sepi, air laut yang memamerkan jernihnya tosca,  langit yang cerah - lalu kenapa tenggelam sendiri di tengah malam?

pernah tidak merasakan, kaki ingin lebih jauh berlari, tangan ingin lebih lebih banyak menuliskan cerita, ingin lebih lama bercerita, tapi energi seakan-akan sirna, raib entah kemana, lelah yang entah.

02.30
arlojinya berpendar.  kakinya malah melangkah, ke batas semu antara ombak dan pasir yang bertemu,  berjalan ke barat..


*ga jelas beudh ini sih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..