Langsung ke konten utama

tentang dendam pendendam

saya ternyata, barusan sadar, kalau sudah punya dendam, bisa saya rawat sampai bertahun lamanya, dan susah luntur, bahkan ada yang sewaktu-waktu muncul dan membara lagi.

tak bagus memang, tapi saya memang pendendam.

yang masih baru bisa dibilang lucu, saya kesel sama ibu-ibu komplek.  omongannya bikin kesel.  akibatnya saat barusan warga komplek ngadain bikin sate bareng2, saya ga mau ikutan - dengan sadar.  karena takut emosi lagi, dengan omongan orang yang susah ditakar.

mungkin, satu dendam kesumat saya, yang lumayan bikin hal positif di masa-masa berikutnya adalah, saat seorang adik kelas bilang di depan saya, kalau tiada bisa orang meneruskan sekolah kalo ga punya duit.

itulah salah satunya yang bikin saya terus nekat sekolah, walau terseok-seok.  saya mau ngebuktiin, duit bukanlah segalanya, dan tak harus punya duit banyak untuk sekolah. ada beasiswa dll.

ya saya baru sadar kalau saya seorang pendendam yang akut.
melelahkan memang.

Komentar

  1. Bukannya ini dendam dalam arti positif mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagian dendam sekolah ya lumayan bagus,
      ga bagusnya saya bener2 lama ga bisa ngilangin dendam kui hehe

      Hapus
  2. yang terakhir positif om. cuman yang ndak teko sate-satean apa ndak malih dadi bahan ghibah??


    jeng jeng... pak ikuloh ga teko bakaran sateeee....


    =))

    btw iki ada kaitan sama postingan cangkep po om? #kepo

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku yo ga peduli, dibilangin ga solider apa gmana,
      namanya jg kesel hihi

      bentar, kaitan sama postingan yg mana?
      *tak cek sik ##lah :))

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Toko & Bengkel Sepeda di Jogja

Sejak 'mengenal' sepeda, beberapa kawan yang sangat mengerti anatomi, morfologi dan histologi sepeda, saya pun memberanikan diri memberi rekomendasi beberapa toko dan bengkel sepeda di Jogja yang harus disambangi dikala sepeda memerlukan perawatan dan penggantian suku cadang. Rekomendasi tempat-tempat ini berdasarkan pertimbangan: harga, kelengkapan ketersediaan suku cadang, hasil seting sepeda dan pengalaman empunya bengkel.  Juga pengalaman beberapa kawan saat membeli spare part ataupun memperbaiki sepedanya.  Rata-rata setiap toko atau tempat yang menyediakan sepeda dan suku cadangnya juga menyediakan tempat dan tenaga untuk seting dan reparasi, tapi tak semua hasilnya bagus.   Bengkel sepeda Rofi (Rahul Bike) ,  pemiliknya adalah teman saya di komunitas sepeda Federal , tapi menurut sejarah awalnya justru beliau akrab dengan sepeda-sepeda keluaran baru.  Hasil seting sepeda mas Rofi ini sudah sangat dapat dipertanggungjawabkan, hal ini bisa dilihat dari jej

tentang HMNS

HMNS adalah  eau de perfume racikan anak Menteng, paling ngga saya tau itu dari alamat pengirimnya hehe selaku manusia yang benar-benar awam tentang wewangian, hal ini adalah benar-benar baru bagi saya.  Mulai tertarik dengan hal ini justru gara-gara beberapa kali kawan saya yang bernama Inda posting tentang koleksi parfumnya.  Walau sekali lagi, pertamakali yang namanya parfum bikin saya penasaran adalah film dengan tokoh utama Jean-Baptiste Grenouille yang jenius itu. dan kebetulan ada gerombolan yang rajin mengapdet produknya di media sosial, bikin saya penasaran dan memesan starter pack  yang berisi tiga varian produk andalannya : alpha, delta dan theta. saya yang tak begitu paham tentang esensi  top notes, middle notes, dan  base notes, akan mencoba memberikan gambaran ketiga wangi yang beberapa jam tadi saya sniff  satu-satu, dan imajinasi tentang ketiga makhluk itu pun muncul begitu saja.. alpha. adalah kalem, misterius, berkesan elegan tapi sekaligus berpotensi seba

tentang (mantan) sepeda

tulisan ini aslinya berupa thread di twitter, yang sepertinya alangkah baiknya diarsipkan juga di sini, dengan beberapa tambahan dan pengurangan kalimat dan beberapa gambar yang sempat terdokumentasikan..  mari nostalgia dg (mantan) sepeda2 saya yg tak seberapa itu.. kebetulan, sebagian besar baru bisa kebeli saat di Jogja. #1. Sepeda mtb ladies, mbuh merknya apa. Beberapa kali sempet dibawa ke kampus. Waktu make sepeda itu ga ngerti sama sekali sama setingan yg enak dll- asal bawa aja. Endingnya ilang di dpn kontrakan. Dicuri kyknya. #2. Sepeda hitam. Merknya jg mbuh. Beli sama mas bengkel- yg namanya saya lupa/ hedeh- Karangkajen. Sempat saya pikir Federal tp ternyata bukan, tp gara2 sepeda ini saya kenal dg anak2 Fedjo- federal jogja.  Itu di bawah fotonya, . saat sepedaan minggu pagi, mbonceng Thor dan bang Ai depan rektorat UGM. #3. Federal Metal Craft. Beli di bengkel sepeda di Jl. Gambiran. Beli fullbike dg setingan & groupset seadanya. Akhirnya dipake si