Langsung ke konten utama

tentang deaktivasi (lagi)

..bosen sih, sudah beberapa kali deaktif akun sosial media, lalu dalam kurun waktu beberapa lama kemudian ya dibuka lagi, ya gimana- namanya juga iseng.  juga kali ini, tak ada maksud apa-apa- selain iseng dan bosan.  banyak bosan.

toh, siapa juga yang peduli dengan akun sosmedmu, saya juga bukan apa-apa-, yang dibagikan juga hal-hal remeh standar yang semuanya ya biasa-biasa saja, jadi ya santai wae* lah.

lalu, sampai kapan?

entahlah, seperti biasanya. rasanya terlalu banyak masalah (yang dibuat-buat) akhir-akhir ini. dan saya ingin lebih banyak membaca, atau jalan-jalan ke tempat yang sepi?

sekali lagi entahlah.
entah.

btw, template blog yg ini cukup bagus juga, sangat simpel, walau ga ngerti ngatur sidebar-nya. tapi toh itu juga tak terlalu penting juga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..