Langsung ke konten utama

tentang sebuah nama

seorang kawan, kemarin menatap nametag saya, lalu bertanya dengan raut muka bingung, ohiya itu adalah kawan seperguruan kyokushinkaikan waktu kuliah, dan sering main ke kos, kebetulan satu kos dan sekondannya memanggil saya dengan nama : uji.

"trus nama oji itu asalnya dari mana, ji?"
Ya tetap saya dia manggil saya dengan akhiran -ji, tiap kali ketemu.
"lah dikira sudah tau, itu dulu ceritanya waktu opspek, aku digundul, trus dikata2in mirip sama aktor hantu yang lagi naik daon waktu itu, Ozzy Syahputra.  Gitu.."
Temen saya manggut-manggut hwehehe

Ya namanya orang Banjar, sulit melafalkan huruf o dan z, yang ada jadinya Uji..

Ya tiap segmen kehidupan saya, rasanya ada beberapa kumpulan orang yang punya panggilan masing-masing terhadap saya, jadinya cukup menyenangkan, tanpa menolehpun saya tau yang manggil saya itu dari kelompok mana.

Keluarga.
Keluarga mertua dan komplek.
Temen sekolah.
Sebagian kecil kawan sekolah dan guru agama.
Temen kuliah.
Temen kantor.
Temen Tulungagung.
Temen sepedaan.
Temen fb.
Temen blogger.

Semua punya panggilan sendiri2 untuk saya.
hehehehehe

Komentar

  1. Ada satu lagi: Om Warm, terkenal di group blog emak-emak yang sempat ngehits lalu kolaps dan sekarang jadi beritagar.id. Apa ya dulu blognya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. hehe njenengan bisa aja

      Hapus
  2. Ngerumpi ya? pertama tau dirimu aku juga familiar dengan nama versi itu.
    Sekarang aku manggilnya om Absurd aja kali ya :)))

    BalasHapus
  3. O iyaaa benaaar, ngerumpi :D

    BalasHapus
  4. om angeeet (ngikutin mbades)

    BalasHapus
  5. Kamu populer di ngerumpi pak??? #shock

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..

#54 tentang pikiran, keluhan dan ikhlas melepas

.. kemarin, saya membuka-buka arsip disertasi saya, membaca sekilas beberapa bagiannya, dan memutuskan untuk malu.  Saya makin yakin bahwa hanya keberuntungan saja yang bikin saya bisa menyelesaikan studi empat tahun yang lalu itu. Bahkan bagian referensi pun, benang merahnya kurang kuat, ada beberapa bagian yang bikin kening saya mengkerut sambili berpikir: dulu saya ngapain dan gimana saja mikirnya haha.  walaupun kalau mengingat prosesnya yang begitu ... ya tujuh tahun yang mungkin benar-benar seperti roller coaster  paling buruk sedunia.  Sudahlah, mengenang hal-hal yang kurang baik seringkali lebih detil daripada mengenang hal-hal bagus. saya juga mikir, kemarin diam-diam hidup saya juga banyak dilingkari keluhan, sana-sini, padahal penyebabnya ya diri sendiri juga, yang keras kepapa dan sering menganggap diri sendiri yang paling benar.  Padahal ya, saya selalu bilang sama kawan-kawan, seringkali dan sebagian besar masalah hidup seseorang itu ya karena dirinya sendiri.  Tak perlu