Langsung ke konten utama

tentang sebuah marah

kemarin, ada kejadian memalukan, saya sedikit meledak, marah-marah di kantor, marahin lelaki yang -walaupun maksudnya bercanda- megang-megang kedua lengan seorang perempuan dari belakang.  Gimana ya ngejelasinnya, pokoknya gitu deh, saya liatnya risih sendiri, saya tegur malah ngajak becanda, yaudah saya seriusin sekalian.

Sebenernya saat marah gitu banyak ga enaknya, ujung-ujungnya nyesel dan malah minta maaf akibat marah-marah.  Walaupun padahal yang salah juga siapa. Ga enakeun euy.

Belum lagi perasaan yg ngga nyaman, saya mikir sendiri: saya ini kenapa sih.  Masih saja ga bisa mengendalikan emosi. Entah sampai kapan.  Saya lelah juga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..