Langsung ke konten utama

tentang domain, pikiran buruk dan perjalanan

..kemarin, saat saya iseng ngecek situs masterweb, saya menemukan (lagi) kalau domain auk.blog tersedia!  segera saja saya memesannya, dan bergegas mencari pinjaman demi domain idaman.

ternyata (lagi-lagi) itu php, domain itu katanya sudah taken, lah lalu kenapa statusnya masih tersedia? aku salah apa? piye perasaanmu nek dadi kates, eh itu sih katanya mas @marnombois ..

saya berusaha ikhlas, lalu mencari domain lain, tapi tak ada yang cocok, lalu pesan hosting saja , ternyata juga gagal, sepertinya hal itu gara-gara pesanan via henpon yang berujung aneh.  Jadi status sekarang, dana saya tertahan di MWN (walau tak seberapa tapi lumayan juga..) dan status pesanan saya masih ngambang..

lalu, tentang pikiran buruk, ini sebenarnya memalukan..

(.. menarik napas..)

saya ini, sering suudzon, berpikiran buruk terhadap orang lain, padahal pengetahuan saya, informasi tentang seseorang itu seringkali hanya sedikit.  Banyak sisi lain yang tak saya ketahui..

Jadi, saya terlanjur, memberikan tjap negatif, pikiran yang buruk tentang seseorang yang kelakuannya tak patut.  Padahal informasi kelakuannya itu saya ketahui cuma dari satu orang saja, sahih tidaknya belum terbukti juga

Intinya saya memandang "rendah" terhadap kawan saya itu..

Beberapa waktu kemudian, saya mendengar dari kawan yang lain, bahwa justru teman yang saya rendahkan dalam pikiran itu, justru menyanjung saya, bahkan membela saya secara tersirat...

Saya benar-benar tertampar.
Malu sekali saya.

Pikiran saya buruk sekali.  Jelek sekali.

Lebih-lebih tadi pagi, ada tausyiah barengan antara Aa Gym, Ust Yusuf Mansur, mas Ippo Santosa, Ust Haikal Hassan dan Ust Bachtiar Nasir, yg kesimpulannya.. lebih-lebih sekedar mengikhlaskan orang lain yang zolim atau berlaku buruk pada kita..

Kita justru harus balik mendoakan hal-hal yang baik terhadap orang itu.

Apalagi terhadap orang yang tak pernah/terkait langsung menzolimi kita.


terakhir, tentang perjalanan saya kemarin, ke kantor pemerintahan paling ujung propinsi ini..

Urusan beres, lalu tanpa rencana awalnya, mampir ke tempat kawan kuliah dulu, kadang dia jadi bassist dulu waktu masih nekat ngeband.   Saat ini, melalui perjalanan hidup yang lumayan sejak kelar kuliah, dia sudah sukses sebagai pemilik perusahaan yang diperhitungkan di kabupaten tersebut..

Intinya, dari percakapan yang nyaris dua jam di kantornya itu, kawan saya itu berani menangkap peluang, dan yang terpenting niatnya untuk memanusiakan orang lain, membaca hal-hal yang sering diabaikan orang kebanyakan dan membina hubungan baik dengan siapa sahaja.

Selain itu, adalah perjalanan yang cukup menyenangkan, dengan tiga teman kantor, bercerita tentang situasi kantor dan lain-lain, selain merasakan nikmatnya ketupat kandangan, lontong dan kepala haruan gede masak habang, walau untuk menu makan siang saya rasa terlalu banyak ketidaksesuaian antara jumlah yang dikeluarkan dengan menu yang disajikan, alias kemahalan hahaha maklum lah warung asal mampir

Jadi begitu saja, minggu ini cukup menyenangkan, bumi juga cukup basah oleh air hujan..

(..pagi ini, setelah selesai mengetik cerita di atas, mata saya basah, atas seorang pesepeda jauh, yang mengakhiri perjalanannya di perbatasan Nepal, selamat jalan, kawan.. :'( .. ..

Komentar

  1. Omong-omong tentang mengikhlaskan. Saya masih dendam sama orang yang membuat saya ingin resign kemaren itu. Saya merasa dia sangat menzalimi saya. Sampai sekarang saya belum merelakannya dan juga ingin dia mendapat balasan atas perbuatannya. Betapa saya tau betapa tidak bagusnya mendendam, tapi betapa susah sekali untuk ikhlas.
    Jadi melow deh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya ngerti itu, soalnya juga pernah dan mungkin masih di beberapa titik berada di dendam seperti itu. Tapi temi menghibur hati, seringkali saya bilang: semua juga bakal pensiun pada waktunya, jadi ya berusaha dipersantai saja hehe

      Hapus
  2. Marnombois dan segala perkatesannya ini kenapa sampai ke mana-mana sih nggak paham :)))))))))

    Ngomong-ngomong lontong, dulu pernah bikin arem-arem segede lontong karena mikir, "Apaan sih lontong gak enak gak ada isinya apa-apa, ini sih cuma arem-arem dibuang isinya terus digedein ukurannya jadi mendingan bikin arem-arem jumbo sekalian??"

    ...Iya saya juga gak tahu kenapa gini amat jadi orang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha jd penasaran sama arem2 jumbo buatanmu zi 😅

      Btw saya pindah ke wordpress lho ya. Tp tetep alamate auk.web.id demikian sekilas info 😀

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang (pamer) jam tangan

 saya sebenarnya termasuk manusia yang jarang sekali pakai jam tangan, dan terakhir saya cuma punya satu jam digital, yang saya beli sebenernya karena ada fitur ngukur SPO2 alias saturasi udara- gara-gara pandemi covid itulah.. itupun Honor band 5i yang termasuk paling murah di kelasnya.. dan ajaibnya, walaupun pas pake jam tangan itu, tetap saja lebih sering ngecek waktu via hape hehe.. dan kalimat itu juga kurang lebih yang saya sampaikan di postingan mb Eno di blognya tentang jam tangan .. trus tau-tau beberapa waktu lalu, dia bilang mau ngirimin saya sesuatu, jauh-jauh hari sih sebelum saya kasih komentar tentang jam tangan itu, trus akibat komen saya itu, mb Eno buka kartu tentang apa yang dia kirimin ke saya itulah yang kemarin paketnya sampai dan isinya langsung saya pakai, dan masih rajin saya pakai sampai nyaris seharian tadi hehe lha saya ga nyangka aja dikasih jam tangan sama temen baru saya itu. makasih banyak lho, smoga saya inget pesannya untuk jangan lagi nengok hape saa