Langsung ke konten utama

tentang hari blogger

..sekarang nyaris tiada artinya, blog-blog yang masih rame sekitar tujuh tahun yang lalu, saat saya pernah ikutan pesta blogger, satu-persatu hiatus.. wah hiatus, istilah lama yang dulu begitu gaya..

sekarang bukan lagi hiatus, banyak yang sudah pingsan, bahkan matisuri. tetap lebih ramai sosial media yang jelas cepat untuk apapun, cerita menjadi cepat disebarkan dan cepat pula mendapat respon..

syukurnya, masih ada yang rajin berbagi kisahnya.. feedly saya setiap minggunya masih cukuprame juga, lumayanlah bahan bacaan

tapi dipikir-pikir, berbagi cerita entah dengan bebas juga tanpa bayaran, tak banyak yang begitu..

kalau saya sih karena memang lagi dan suka sahaja, sambil terkadang mikir, cerita apa lagi yang saya ketahui yang belum pernah saya ceritakan?

Komentar

  1. sekarang banyakan yang bikin artikel berbayar sih, makin jarang yang mau ngeblog sekedar curhatan atau pemikiran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenernya masih banyak kok yg seneng posting senang2 macam saya ini, harus rajin ngais2 internet aja utk nyarinya hehe

      Hapus
  2. coba tengok ini penghujungdesember.wordpress.com
    jikalau berkenan.. memang rada berat tulisan2 nya namun buat saya indah.. ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. okedeh, nanti berkunjung, terimakasih informasinya

      Hapus
  3. Hiatus, haha, ya benar, istilah ini pernah sangat nggaya pada masanya. Ada masa selebblog yang dicari-cari karena hiatus beberapa waktu. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. njenengan juga semacam seleblog di jamannya mas hehe

      Hapus
  4. T-tapi om kan masih ada blog akuuuu...! (kemudian dibuang ke sungai karena tidak tahu diri)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Toko & Bengkel Sepeda di Jogja

Sejak 'mengenal' sepeda, beberapa kawan yang sangat mengerti anatomi, morfologi dan histologi sepeda, saya pun memberanikan diri memberi rekomendasi beberapa toko dan bengkel sepeda di Jogja yang harus disambangi dikala sepeda memerlukan perawatan dan penggantian suku cadang.

Rekomendasi tempat-tempat ini berdasarkan pertimbangan: harga, kelengkapan ketersediaan suku cadang, hasil seting sepeda dan pengalaman empunya bengkel.  Juga pengalaman beberapa kawan saat membeli spare part ataupun memperbaiki sepedanya.  Rata-rata setiap toko atau tempat yang menyediakan sepeda dan suku cadangnya juga menyediakan tempat dan tenaga untuk seting dan reparasi, tapi tak semua hasilnya bagus.

Bengkel sepeda Rofi (Rahul Bike),  pemiliknya adalah teman saya di komunitas sepeda Federal, tapi menurut sejarah awalnya justru beliau akrab dengan sepeda-sepeda keluaran baru.  Hasil seting sepeda mas Rofi ini sudah sangat dapat dipertanggungjawabkan, hal ini bisa dilihat dari jejak rekamnya, dima…

Abdi bogoh ka anjeun

Itu artinya saya suka kamu, kan bah?"

tanya bang Ai beberapa saat yang lalu.

Hoh? Saya tak langsung menjawab, malah curiga, darimana pula dia dapet kosa kata ajaib itu, jangan-jangan..

"bang Ai baca dimana?"
"di kertas.."

Tuh, kan.  Itu kan kalimat sakti yang beberapa kali saya tulis untuk seseorang pada jaman dahulu kala hihi.  Jangan-jangan bang Ai iseng baca-baca koleksi surat saya yang beberapa kotak sepatu itu.  Persis kelakuan Cinta di AADC2.  Duh, saya jadi suudzon..

" di kertas mana?" tanya saya lagi sambil deg-degan sendiri #hayaah haha
" ini bah, di kertas bungkus permen karet.." malah Q yang menyodorkan bekas bungkus permen karet yang bertuliskan macam-macam kalimat dari beberapa bahasa..

Walah, ada-ada sahaja..

tentang kang Lantip

siapa sih yg ndak kenal sama blogger asal Njogja yg bernama kang Lantip kui.  Kecuali dirimu ndak kenal blog, saya sedari dulu tau tapi sungkan kenalan dengan beliau, soalnya ketoke terkenal sekali.  Tujuh taun hidup di Jogja malah tak pernah ngobrol sekalipun dengan beliau itu, lha kan nyebahi sekali saya ki, ga sopan sama tuan rumah hihi

lucunya, saya jadi bertekat ingin ketemu dengan beliau itu gara-gara kami satu pemahaman mengenai panganan bulet ijo bernama KLEPON! yang disesatkan sedemikian rupa oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab yang malah keukeuh kalau makhluk itu adalah Onde-onde, wooo ngawur.

Jadi aja, kmaren malam janjian di warung kopi, yang posisinya padahal deket dengan tempat saya tinggal dulu, tapi saya justru ga ngeh: namanya warung kopi Blandongan.  Woh kopinya ampuh tenan, mampu bikin mata saya tadi malam super cerah sampai menjelang sahur haha

Dan, sosok kang Lantip ternyata jauh dari bayangan saya, lha habisnya saya kebayang ikon gajahnya beliau je, duh nuwun s…