Langsung ke konten utama

tentang gelar dan..

..saya inget salah satu profesor bercerita, betapa kesalnya beliau dengan .. sesuatu yang tidak dan memang sangat tidak logis.. intinya seperti itu.  Kata beliau..

".. kalau saja saya tidak menyandang gelar professor ini, sudah saya selesaikan dengan cara lain.."

artinya, beliau mengajarkan bahwa gelar itu, lebih-lebih gelar akademik, terkait dengan tanggungjawab, terutama terkait dengan pola pikir terhadap amanah yang disandangnya..

sulit sekali ternyata saya menguraikan makna tulisan kali ini..

intinya, gelar itu tak sekedar gelar di depan atau di belakang nama, yang digunakan hanya untuk gaya-gayaan, tapi juga beban..

tapi juga bukanlah sebagai alasan untuk tiba-tiba menjadi jaim.

dan memang, apapun perilaku penyandangnya, pasti akan dikait-kaitkan dengan hal itu..

misalnya : sudah jadi master itu, tapi kok kelakuannya gitu, kok ga bisa gitu, kok masih gitu ..

repot, memang kalau dipikir-pikir

tapi itulah, konsekuensi..

begitu lah pokoknya. pokoknya begitu.


Komentar

  1. Ada juga lho profesor yang bila gelarnya salah dituliskan akan mengurangi nilai ujian.
    Ada juga yang ga mau ditulis gelarnya.
    Ya itu.. tak kenal maka tak sayang jadinya. Hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. widih itu profesor yg ya terserah beliau eh udah haha
      iya kadang ada aja yg ajaib2 macam itu XD

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang (pamer) jam tangan

 saya sebenarnya termasuk manusia yang jarang sekali pakai jam tangan, dan terakhir saya cuma punya satu jam digital, yang saya beli sebenernya karena ada fitur ngukur SPO2 alias saturasi udara- gara-gara pandemi covid itulah.. itupun Honor band 5i yang termasuk paling murah di kelasnya.. dan ajaibnya, walaupun pas pake jam tangan itu, tetap saja lebih sering ngecek waktu via hape hehe.. dan kalimat itu juga kurang lebih yang saya sampaikan di postingan mb Eno di blognya tentang jam tangan .. trus tau-tau beberapa waktu lalu, dia bilang mau ngirimin saya sesuatu, jauh-jauh hari sih sebelum saya kasih komentar tentang jam tangan itu, trus akibat komen saya itu, mb Eno buka kartu tentang apa yang dia kirimin ke saya itulah yang kemarin paketnya sampai dan isinya langsung saya pakai, dan masih rajin saya pakai sampai nyaris seharian tadi hehe lha saya ga nyangka aja dikasih jam tangan sama temen baru saya itu. makasih banyak lho, smoga saya inget pesannya untuk jangan lagi nengok hape saa