Langsung ke konten utama

tentang esmosi (manusia) tanpa faedah

selama bekerja, paling tidak empat kali saya bertemu manusia berstatus pegawai yang entah bagaimana caranya dulu bisa lolos bekerja dengan perilaku sedemikian ajaibnya

yang pertama adalah mantan bos, yang seperti tak peduli karir anak buahnya ke depannya, dan ngomong dengan saya sambil meletakan kakinya ke atas meja

yang kedua adalah seorang kepala kantor yang menerima saya di ruangannya, ngomong seakan-akan saya sedang tidak ada di depannya, sambil terus asik memegang koran di tangannya, meremehkan masalah

yang ketiga adalah saat seseorang yang esmosi dan menyebut-nyebut masalah uang seakan-akan saya bekerja tak dikasih gaji, lalu saat diminta duduku balah balik nyuruh saya yg duduk, padahal itu sedang ada di meja kerja saya

yang terakhir adalah, saat saya meminta tolong, permintaan data sederhana, tapi ada yang nyolot dan bilang kalau itu sebenarnya tidak perlu diminta disitu, sambil tak juga berusaha menolong atau memberi jalan keluar

..

orang yang pertama sekarang bekerja sudah jauh offside dari bidang ilmunya
orang yang kedua sudah pensiun, mungkin sudah wafat
orang yang ketiga sudah meninggal dunia, entah karena apa
orang yang ke empat entahlah, saya masih merasa sedikit muntab..

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..

#54 tentang pikiran, keluhan dan ikhlas melepas

.. kemarin, saya membuka-buka arsip disertasi saya, membaca sekilas beberapa bagiannya, dan memutuskan untuk malu.  Saya makin yakin bahwa hanya keberuntungan saja yang bikin saya bisa menyelesaikan studi empat tahun yang lalu itu. Bahkan bagian referensi pun, benang merahnya kurang kuat, ada beberapa bagian yang bikin kening saya mengkerut sambili berpikir: dulu saya ngapain dan gimana saja mikirnya haha.  walaupun kalau mengingat prosesnya yang begitu ... ya tujuh tahun yang mungkin benar-benar seperti roller coaster  paling buruk sedunia.  Sudahlah, mengenang hal-hal yang kurang baik seringkali lebih detil daripada mengenang hal-hal bagus. saya juga mikir, kemarin diam-diam hidup saya juga banyak dilingkari keluhan, sana-sini, padahal penyebabnya ya diri sendiri juga, yang keras kepapa dan sering menganggap diri sendiri yang paling benar.  Padahal ya, saya selalu bilang sama kawan-kawan, seringkali dan sebagian besar masalah hidup seseorang itu ya karena dirinya sendiri.  Tak perlu