Langsung ke konten utama

Dilema Sepatu Baru ..

.. yang tak kunjung kebeli..

Iya ini anggap aja sambungan dari postingan terdahulu.  Beberapa jenak semenjak sepatu saya hilang kmarin itu, akhirnya diputuskan untuk mencari penggantinya.  Jadilah beberapa hari muter-muter dua mall, entah berapa belas toko sepatu dan browsing toko onlen.

Hasilnya: saya mumet.

Ternyata mencari sepatu yang sesuai dengan kehendak hati dan budget itu tidak mudah.  Saya baru sadar saat melihat-lihat entah berapa puluh pasang sepatu.  Hanya kira-kira doa model saja yang nyangkut di hati saya.

Itu pun, sat ada ukurannya yang pas, eh warnanya kok ya coklat alias ndak sesuai, salahkan kebijakan kantor saya yang mengharuskan karyawannya bersepatu warna hitam.

Di waktu lain, ketemu yang pas modelnya dan warnanya gelap walau tak hitam-hitam amat, eh ukurannya kegedean.  Stoknya juga sisa itu doang jare.

Ketemu yang lumayan bagus dan lumayan cocok, eh harganya tidak sesuai dengan keinginan saya, rasanya saya masih belum perlu sepatu dengan harga di atas satu juta je.  Ribet ternyata.

Padahal saya inginnya cuma sepatu yang simpel, tapi solnya unik dan harganya standar tapi kualitasnya bagus dan bisa tahan lama.  Aduh ini urusan sepatu kenapa jadi super ribet begini.  Saya yo tetep kagum dengan perempuan di rumah yang begitu gampangnya menemukan sepatu yang tepat, walau ya nemunya berkali-kali.. --"

Komentar

  1. Bikin sepatu custom aja Om, ada banyak yang nyediain bikin sepatu custom satuan.

    BalasHapus
  2. nantilah mas saya coba cari

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..