Langsung ke konten utama

Hari ke 7 : Malioboro, Rock'r & Koffie Aroma

Mungkin sekitar jam 2 lebih tadi saya ngiderin jalan Malioboro, rasanya sudah lama tak jalan kaki di trotoar yang baru itu, bahkan malah rasanya baru pertamakali saya merasakan jalan kaki lumayan jauh, itu karena trotoarnya sendiri baru jadi beberapa waktu yang lalu.  Ternyata menyenangkan liat banyak yang duduk di bangku-bangku yang berjajar di sepanjang pinggir jalan.

Hal baru apalagi yang saya lakukan hari ini ya.  Ohitu, sebelum jalan-jalan ke Malioboro, saya beli cokelat Rock'r keluaran Silverqueen, makanan yang sejak lama pengen saya coba, ya anggap aja palentinan #halagh, saya beli dua, satu buat saya sendiri, satunya buat mas Andi, tetangga saya yang seringkali ngasi makanan macem-macem saat bertamu ke rumahnya.  Termasuk lelaki kejam juga sih dia, lha itu rock'r nya dimakan sendiri, isterinya yang berbaik hari ngebikinin saya kopi malah ga dikasih.

Ohiya, tadi kopi yang dibikinkan itu adalah merk yang sudah sejak lama pengen saya coba dan impikan, akhirnya sore tadi kesampaian juga mencicipinya.  Kopi itu lho yang saya maksud:


Rasanya, ya rasa kopi, enak sih karena tinggal minum hehe ya maapkeun lidah saya yang nggak sensitif terhadap rasa kopi.  Tahunya cuma sedikit bisa ngebedain antara robusta & arabica itu aja.  Selain itu menurut saya semua kopi rasanya ya gitu.

Malamnya, saya ditraktir makan sama anak asrama yang baru saja melaksanakan ritual wisuda, lagi-lagi menu baru yang baru pertamakali saya coba, entah beli dimana.  Jadi ada pepes jamur, pepes ayam dan pepes tahu.  Enak, sambalnya juga tak begitu pedas.

Sederhana sekali cerita hari ini, cuma jalan-jalan, minum, dan makan-makan.  hasilnya: sedikit pegel, sedikit masuk angin akibat angin yang masuk kamar lumayan dingin, dan yang jelas kenyang, hati pun lumayan senang.

Begitulah.

Komentar

  1. Mendengar Jogja selalu membuat saya membayangkan suasananya... :) mudah-mudahan nanti kesampaian ke sana lagi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiiin, kesinilah sesekali, masih di Indonesia ini hehe

      Hapus
  2. Ceritamu lagi-lagi bikin kangen kuliah, om. Hahaha.

    Dan kangen jogja pun.
    Terus kalau aku bilang gini, bentar lagi pasti ada yang nanya, "bukannya dulu ga suka jogja?"

    *mbulet

    BalasHapus
    Balasan
    1. lha ayo cari beasiswa trus kuliah di Jogja, keren kan ide saya :D

      Hapus
    2. ahahaha, nanti saya hidup sehari-harinya pakai apa? *kais celengan*

      Hapus
    3. Lhaa kan dapet beasiswa, skalian sampingan jd penulis atau apa gitu, hidup di jogja ga mahal kok 😬

      Hapus
  3. Selasa saya mau ke sana. Mudah-mudahan bisa mampir ke Ulat Gendut! *padahal gak lagi nyeritain ulat gendut* :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah wah kasih kabar yo 🤘

      Hapus
    2. Aku sudah di Jogja. Keliling2 Malioboro nyari temen tapi gak tau kontak kamu, Mas 😂😂😂

      Hapus
    3. Aseli baru baca komen ini, hedeh maapkeun 😓

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Toko & Bengkel Sepeda di Jogja

Sejak 'mengenal' sepeda, beberapa kawan yang sangat mengerti anatomi, morfologi dan histologi sepeda, saya pun memberanikan diri memberi rekomendasi beberapa toko dan bengkel sepeda di Jogja yang harus disambangi dikala sepeda memerlukan perawatan dan penggantian suku cadang.

Rekomendasi tempat-tempat ini berdasarkan pertimbangan: harga, kelengkapan ketersediaan suku cadang, hasil seting sepeda dan pengalaman empunya bengkel.  Juga pengalaman beberapa kawan saat membeli spare part ataupun memperbaiki sepedanya.  Rata-rata setiap toko atau tempat yang menyediakan sepeda dan suku cadangnya juga menyediakan tempat dan tenaga untuk seting dan reparasi, tapi tak semua hasilnya bagus.

Bengkel sepeda Rofi (Rahul Bike),  pemiliknya adalah teman saya di komunitas sepeda Federal, tapi menurut sejarah awalnya justru beliau akrab dengan sepeda-sepeda keluaran baru.  Hasil seting sepeda mas Rofi ini sudah sangat dapat dipertanggungjawabkan, hal ini bisa dilihat dari jejak rekamnya, dima…

tentang HMNS

HMNS adalah eau de perfume racikan anak Menteng, paling ngga saya tau itu dari alamat pengirimnya hehe

selaku manusia yang benar-benar awam tentang wewangian, hal ini adalah benar-benar baru bagi saya.  Mulai tertarik dengan hal ini justru gara-gara beberapa kali kawan saya yang bernama Inda posting tentang koleksi parfumnya.  Walau sekali lagi, pertamakali yang namanya parfum bikin saya penasaran adalah film dengan tokoh utama Jean-Baptiste Grenouille yang jenius itu.

dan kebetulan ada gerombolan yang rajin mengapdet produknya di media sosial, bikin saya penasaran dan memesan starter pack yang berisi tiga varian produk andalannya : alpha, delta dan theta.

saya yang tak begitu paham tentang esensi  top notes, middle notes, dan base notes, akan mencoba memberikan gambaran ketiga wangi yang beberapa jam tadi saya sniff satu-satu, dan imajinasi tentang ketiga makhluk itu pun muncul begitu saja..

alpha.
adalah kalem, misterius, berkesan elegan tapi sekaligus berpotensi sebagai pembunuh be…

Abdi bogoh ka anjeun

Itu artinya saya suka kamu, kan bah?"

tanya bang Ai beberapa saat yang lalu.

Hoh? Saya tak langsung menjawab, malah curiga, darimana pula dia dapet kosa kata ajaib itu, jangan-jangan..

"bang Ai baca dimana?"
"di kertas.."

Tuh, kan.  Itu kan kalimat sakti yang beberapa kali saya tulis untuk seseorang pada jaman dahulu kala hihi.  Jangan-jangan bang Ai iseng baca-baca koleksi surat saya yang beberapa kotak sepatu itu.  Persis kelakuan Cinta di AADC2.  Duh, saya jadi suudzon..

" di kertas mana?" tanya saya lagi sambil deg-degan sendiri #hayaah haha
" ini bah, di kertas bungkus permen karet.." malah Q yang menyodorkan bekas bungkus permen karet yang bertuliskan macam-macam kalimat dari beberapa bahasa..

Walah, ada-ada sahaja..