Langsung ke konten utama

Hari ke 3, 4 dan 5 : banyak Hal

Baru sempat posting lagi hari ini setelah perjalanan cukup panjang sepanjang akhir pekan tadi.  Karena cukup panjang mungkin saya tulis poin-poinnya saja ya.

10 Februari, Jum'at
Sebenarnya tak ada hal yang benar-benar baru hari ini, tapi paling tidak saya melakukan dua hal baruBaru disini bisa jadi melakukan kombinasi hal, misalnya seperti saat saya mencoba bubur ayam di pagi hari deket rumah kontrakan temen saya yang ternyata enak dan suwiran ayamnya halus menyerupai abon.   

Yang kedua saya pertamakali naik Gojeg di Surabaya ahaha, ini terpaksa karena ga nemu Grab dan Uber.  Lalu apalagi, ohiya saya ketemu temen baru juga.  Lalu rasanya baru hari itu mencoba bisa Restu dari Surabaya ke Malang.  Dulu untuk jurusan Sby-Mlg rasanya nama bisanya bukan itu, deh.

Dan terakhir, saya akhirnya kesampaian nginep di hotel Pelangi di deket alun-alun kota Malang.  Entah sejak kapan mimpi pengen nginep disana, tempat itu sejak dulu terkenal sebagai hotel yang tidak terjangkau bahkan untuk sekedar dimimpikan seorang mahasiswa ahaha.  Ohiya rasanya sebelumnya saya dan honey naik taksi dari terminal Arjosari, yang mana untuk pertamakali pula naik taksi yang bikin kapok tapinya, supirnya ga ramah, beh.

11 Februari, Sabtu.
Saya akhirnya kesampaian sowan ke rumah kontrakan sepupu saya, eh istri sepupu sih tepatnya, etapi kan ya sepupu juga namanya #dibahas ..yang lagi ngambil S2 di Malang, yang cuma tinggal bertiga sama ibu dan putrinya.  Kontrakan di Malang sih, sekecil apapun, tetap saja terasa menyenangkan, airnya tetap saja sedingin es, paling tidak ada tiga tempat yang saya tau lingkungannya menyenangkan untuk ditinggalin: Bogor, Malang & Jogja tentu saja

Sebelum mampir bertamu, kami mampir dulu ke pasar buku Wilis, saya rasanya dulu sekitar13 tahun yang lalu pernah mampir bentar disitu, suasanya mirip-mirip shoping di Jogja.  Dan saya menemukan harta karun: buku Flora yang disusun oleh Dr.














Puas foto-foto di sanasini, akhirnya memutuskan pulang karena harus ngejar waktu flight honey di sore hari.  Singkatnya balik ke hotel ngambil barang, ngebalikin motor dan terakhir akhirnya pertama kali nyoba naik Uber Car ke terminal Arjosari.  Arjosari kembali ke Bungurasih, lalu ke bandar, lalu berpisah lagi.. err intinya begitulah, masa pacaran pun usai untuk sementara uhuhu.

Begitulah rekap #misi21 di tiga hari kemarin.  Untuk misi hari ini ntar diceritainnya malem hari aja deh ehehe.  Intinya perjalanan ke Surabaya-Malang kemarin itu lumayan bikin refresh otak saya yang akhir-akhir ini rada mumet & mbulet.  Smoga minggu ini akan lebih baik lagi, hore!

Komentar

  1. Catatan ini penting banget untuk disave karena saya pengen banget ke Malang. Makasi infonya, Mas!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah sayang sekali saya cuma bisa membagi sedikit info, masih banyak sudut Malang yg blm dieksplore sebenernya mb. Tp intinya jalan2 di Malang memang menyenangkan 🙂

      Hapus
  2. Ah, saya jadi penasaran dengan kampung Jodipan dan Tridi itu. *dicatat dulu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus dikunjungi kampung keren itu, ide kreatifnya luar biasa

      Hapus
  3. Wah misi liburan bareng tante honey ternyata :D btw, aku udah boleh promo postingan blog soal Malang di sini, belum? *dikeplak

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleeh, bebas mput bebas, biar rame ini blog malah #Lah ehehehe

      Hapus
    2. Baeklah, om. Sekalian~

      Mari kita mulai dengan awal mulanya: http://petronelaputri.com/index.php/2017/01/11/jawatimurtrip-1-menutup-2016-dengan-keluyuran-ke-malang-surabaya/


      *beneran dicopas linknya
      *dijambak

      Hapus
    3. huehue iya itu keren, tar saya baca lg deh :D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Toko & Bengkel Sepeda di Jogja

Sejak 'mengenal' sepeda, beberapa kawan yang sangat mengerti anatomi, morfologi dan histologi sepeda, saya pun memberanikan diri memberi rekomendasi beberapa toko dan bengkel sepeda di Jogja yang harus disambangi dikala sepeda memerlukan perawatan dan penggantian suku cadang.

Rekomendasi tempat-tempat ini berdasarkan pertimbangan: harga, kelengkapan ketersediaan suku cadang, hasil seting sepeda dan pengalaman empunya bengkel.  Juga pengalaman beberapa kawan saat membeli spare part ataupun memperbaiki sepedanya.  Rata-rata setiap toko atau tempat yang menyediakan sepeda dan suku cadangnya juga menyediakan tempat dan tenaga untuk seting dan reparasi, tapi tak semua hasilnya bagus.

Bengkel sepeda Rofi (Rahul Bike),  pemiliknya adalah teman saya di komunitas sepeda Federal, tapi menurut sejarah awalnya justru beliau akrab dengan sepeda-sepeda keluaran baru.  Hasil seting sepeda mas Rofi ini sudah sangat dapat dipertanggungjawabkan, hal ini bisa dilihat dari jejak rekamnya, dima…

tentang HMNS

HMNS adalah eau de perfume racikan anak Menteng, paling ngga saya tau itu dari alamat pengirimnya hehe

selaku manusia yang benar-benar awam tentang wewangian, hal ini adalah benar-benar baru bagi saya.  Mulai tertarik dengan hal ini justru gara-gara beberapa kali kawan saya yang bernama Inda posting tentang koleksi parfumnya.  Walau sekali lagi, pertamakali yang namanya parfum bikin saya penasaran adalah film dengan tokoh utama Jean-Baptiste Grenouille yang jenius itu.

dan kebetulan ada gerombolan yang rajin mengapdet produknya di media sosial, bikin saya penasaran dan memesan starter pack yang berisi tiga varian produk andalannya : alpha, delta dan theta.

saya yang tak begitu paham tentang esensi  top notes, middle notes, dan base notes, akan mencoba memberikan gambaran ketiga wangi yang beberapa jam tadi saya sniff satu-satu, dan imajinasi tentang ketiga makhluk itu pun muncul begitu saja..

alpha.
adalah kalem, misterius, berkesan elegan tapi sekaligus berpotensi sebagai pembunuh be…

Abdi bogoh ka anjeun

Itu artinya saya suka kamu, kan bah?"

tanya bang Ai beberapa saat yang lalu.

Hoh? Saya tak langsung menjawab, malah curiga, darimana pula dia dapet kosa kata ajaib itu, jangan-jangan..

"bang Ai baca dimana?"
"di kertas.."

Tuh, kan.  Itu kan kalimat sakti yang beberapa kali saya tulis untuk seseorang pada jaman dahulu kala hihi.  Jangan-jangan bang Ai iseng baca-baca koleksi surat saya yang beberapa kotak sepatu itu.  Persis kelakuan Cinta di AADC2.  Duh, saya jadi suudzon..

" di kertas mana?" tanya saya lagi sambil deg-degan sendiri #hayaah haha
" ini bah, di kertas bungkus permen karet.." malah Q yang menyodorkan bekas bungkus permen karet yang bertuliskan macam-macam kalimat dari beberapa bahasa..

Walah, ada-ada sahaja..