Langsung ke konten utama

Hari ke 16 : Instagram Live Story

Sebelum saya menceritakan perihal inti sesuai dengan judul.  Maka ijinkan saya sesekali pamer stat blog ini yang kemarin di luar kebiasaan.  Coba aja liat skrinsut di bawah ini:

Keliatan, kan? Iya iyaaa.. Masa ada sehari sampai 800 lebih views gitu?  Blogspot mah paling bisaan aja bikin seneng.  Mari kita liat stat berikutnya:


Heu, sudah saya duga, sebagian besar views sebanyak itu disumbangkan oleh tulisan tentang resensi buku 99 Wisdom, kebetulan pas saya bagikan di twitter, ternyata di retweet oleh mas Gobind  *sok akrab*, sang penulis buku tersebut.

Jadilah, menurut saya, jika ingin views blog tinggi, bikinlah resensi buku, bagikan link-nya di goodreads dan usahakan agar di bisa di-RT sama penulisnya langsung.  Demikian tips asal-asalan dari saya.

Kemudian kembali ke topik.  Sebenernya kemarin itu sih nyaris berakhir tanpa menyelesaikan misi apapun. 

Sampai akhirnya menjelang terlelap saya teringat akan fitur di instagram yang belum pernah saya coba sebelumnya. Yaitu story dan live.  Akhirnya saya coba saja lah dua-duanya.  Dengan objek yang sama, dan sama sekali tak menarik, sih.  Tapi paling tidak pas saya mengaktifkan mode live, ada aja gitu yang iseng ikutan ngintip hihi, nanti coba lagi ah #lho

Jadi begitulaah.
Ngga seru bukan?

😄

Komentar

  1. Saya gak pernah nyoba fitur IG yang itu, malah nyoba fitur baru WA yang mirip mirip dengan IG. Itupun sekali saja biar dianggap orang normal.

    Ngomong ngomong soal statistik, saya gak bisa melihat rame dan sepinya. Eh, sepi sih jelas. Blog pernah error, saya uninstall plugin stat views dan kawan kawannya. Setelah normal, reinstall, eh lah kok did not work je om. Yasudah, sampe sekarang buta butaan saja soal statistik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga nyoba utk gaya2an aja, lagian objeknya ga jelas blas 😂

      Dan soal stat blog njenengan ga usah pake apa2 jg mesti rame tiap hari kok, beda dg blog jelata macam punya saya ini 😆

      Hapus
  2. Soal review dan ritwit itu boleh juga sepertinya... Kalau tidak salah Om Paulo Coelho juga salah satu penulis yang suka meritwit review...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah baru tau saya, nah coba gitu review tulisan beliau

      Hapus
  3. Wha, Om stat-nya bikin ngirii huhuhuhu ~
    Apalah saya ini yang bloher jelata... (Perasaan saya di platform mana-mana hanya jelata, jadi sesungguhnya saya ini netizen jelata in general????)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apaan, cuma satu postingan itu doang, sisanya ya biasa aja huehehe

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Toko & Bengkel Sepeda di Jogja

Sejak 'mengenal' sepeda, beberapa kawan yang sangat mengerti anatomi, morfologi dan histologi sepeda, saya pun memberanikan diri memberi rekomendasi beberapa toko dan bengkel sepeda di Jogja yang harus disambangi dikala sepeda memerlukan perawatan dan penggantian suku cadang. Rekomendasi tempat-tempat ini berdasarkan pertimbangan: harga, kelengkapan ketersediaan suku cadang, hasil seting sepeda dan pengalaman empunya bengkel.  Juga pengalaman beberapa kawan saat membeli spare part ataupun memperbaiki sepedanya.  Rata-rata setiap toko atau tempat yang menyediakan sepeda dan suku cadangnya juga menyediakan tempat dan tenaga untuk seting dan reparasi, tapi tak semua hasilnya bagus.   Bengkel sepeda Rofi (Rahul Bike) ,  pemiliknya adalah teman saya di komunitas sepeda Federal , tapi menurut sejarah awalnya justru beliau akrab dengan sepeda-sepeda keluaran baru.  Hasil seting sepeda mas Rofi ini sudah sangat dapat dipertanggungjawabkan, hal ini bisa dilihat dari jej

tentang HMNS

HMNS adalah  eau de perfume racikan anak Menteng, paling ngga saya tau itu dari alamat pengirimnya hehe selaku manusia yang benar-benar awam tentang wewangian, hal ini adalah benar-benar baru bagi saya.  Mulai tertarik dengan hal ini justru gara-gara beberapa kali kawan saya yang bernama Inda posting tentang koleksi parfumnya.  Walau sekali lagi, pertamakali yang namanya parfum bikin saya penasaran adalah film dengan tokoh utama Jean-Baptiste Grenouille yang jenius itu. dan kebetulan ada gerombolan yang rajin mengapdet produknya di media sosial, bikin saya penasaran dan memesan starter pack  yang berisi tiga varian produk andalannya : alpha, delta dan theta. saya yang tak begitu paham tentang esensi  top notes, middle notes, dan  base notes, akan mencoba memberikan gambaran ketiga wangi yang beberapa jam tadi saya sniff  satu-satu, dan imajinasi tentang ketiga makhluk itu pun muncul begitu saja.. alpha. adalah kalem, misterius, berkesan elegan tapi sekaligus berpotensi seba

tentang (mantan) sepeda

tulisan ini aslinya berupa thread di twitter, yang sepertinya alangkah baiknya diarsipkan juga di sini, dengan beberapa tambahan dan pengurangan kalimat dan beberapa gambar yang sempat terdokumentasikan..  mari nostalgia dg (mantan) sepeda2 saya yg tak seberapa itu.. kebetulan, sebagian besar baru bisa kebeli saat di Jogja. #1. Sepeda mtb ladies, mbuh merknya apa. Beberapa kali sempet dibawa ke kampus. Waktu make sepeda itu ga ngerti sama sekali sama setingan yg enak dll- asal bawa aja. Endingnya ilang di dpn kontrakan. Dicuri kyknya. #2. Sepeda hitam. Merknya jg mbuh. Beli sama mas bengkel- yg namanya saya lupa/ hedeh- Karangkajen. Sempat saya pikir Federal tp ternyata bukan, tp gara2 sepeda ini saya kenal dg anak2 Fedjo- federal jogja.  Itu di bawah fotonya, . saat sepedaan minggu pagi, mbonceng Thor dan bang Ai depan rektorat UGM. #3. Federal Metal Craft. Beli di bengkel sepeda di Jl. Gambiran. Beli fullbike dg setingan & groupset seadanya. Akhirnya dipake si