Langsung ke konten utama

Hari ke 12 : Review Film India

Hari ini, seperti hari-hari kearin, kurang kreatif. Saya rasanya tidak ada melakukan hal-hal baru seharian ini.  Cuma bangun yang agak kesiangan, terus sepedaan ke Pakem, sarapan piskopyor, pulangnya makan lagi di warung pecel Sakti, kemudian nonton film Chennai Express hasil ngopi kemarin, begitu saja sampai akhirnya kelaperan lagi lalu makan capcay yang rada mahal: 12 rebu.

Setengah jam lagi sudah jam 12 tengah malam, artinya detlen untuk misi hari ini, saya cuma kebayang untuk posting sesuatu yang rasanya belum pernah dilakukan, yaitu niru postingannya Jensen dan Kimi tentang resensi film.  Biar beda saya cuma ngereview secara singkat film-film India yang pernah saya tonton seingat-ingat saya deh.

1. 3 Idiots
Film favorit saya tentu, dan masih saya pertahankan di folder laptop saya.  Tentang pendidikan dari sudut pandang yang lain, sedikit berbeda dengan novelnya, malah lebih keren dari novelnya menurut saya.   Adegan favorit saya adalah saat millimeter dewasa memperkenalkan dirinya, keren dan mengharukan, selain saat Rancho meminta pulpennya pada Silencer di bagian akhir film, itu keren sekali!  Dan banyak bagian-bagian yang keren pokoknya di sepanjang film itu.

2.  PK
Film ini juga bagus, menurut saya temanya malah sangat kekinian.  Memandang keyakinan dan agama dari sudut yang beda, bahwa intinya semua keyakinan inginnya adalah damai.  Adegan favorit saya saat Jaggu menelpon Sarfarraz di bagian puncak film ini.

3. Munna Bhai M.B.B.S
Ini tentang preman yang berbakti pada orangtuanya.  Menyaru sebagai mahasiswa kedokteran, dan menghajar sistem pendidikan dengan telak.  Adegan favorit adalah saat Munna Bhai menyembuhkan orangtua siapakah namanya itu dengan mengajaknya main karambol di malam hari, dan menyembuhkan pasien lumpuh yang dianggap sebagai objek bertahun-tahun.

4. Lage Raho Munna Bhai
Ini Munna yang sama tapi di cerita yang berbeda.  Preman ini sedang jatuh cinta dengan seorang penyiar, dan di perjalannya terpaksa harus bersinggungan dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh Bapu, nama panggilan Mahatma Gandhi.  Tokoh favorit saya selain Munna disini tentulah Circuit, sang asisten preman yang sangat perasa. Ohiya, film satu sampai empat ini disutradari oleh orang yang sama : Rajkumar Hirani.

5. Piku
Saya terpikat oleh pemin utamanya: Deepika Padukone.  Disini sebagai cewek yang terbebani oleh ayahnya yang ingin bepergian jauh menengok keluarganya, pake mobil taksi langganan.  Judes sekali.  Saya lupa detilnya, payah.

6. Dilwale
Ini adalah reuni yang kesekiankali antara Shah Rukh Khan dengan Kajol.  Tentang kesalahpahaman, tentang preman insyaf, tentang saudara.  Seperti biasa, endingnya menyenangkan.  Kajol tetap mempesona seperti biasanya.

7. Dear Zindagi
SRK berperan sebagai psikolog, yang datar, disukai pasiennya yang mengalami masalah seputar pekerjaan dan cowoknya.  Disini SRK serius sekali perannya, dan bijak, biasa membedakan antara profesi dan perasaan ckckck.  Adegan yang menyenangkan bagi saya adalah mengetahui bagaimana detil sesi curhat pasien dengan psikolog itu adanya.

8. Fan
Tentang fans yang kecewa dengan superstar.  Pemainnya ya SRK sendiri.  Adegan keren adalah saat berkejar-kejaran di rumah susun, diantara AC yang dijadikan pijakan untuk lari-larian.

9. Rab Ne Bana di Jodi
tentang perkawinan yang dipaksakan, tentang seorang suami yang berusaha menyenangkan istrinya dengan cara menjadi pribadi yang berbeda sama sekali saat ikutan lomba nari.  Yang benar-benar menggemaskan adalah, masa sih sang istri tak sadar bahwa yang didekatinya itu adalah orang yang sama, ga nyadar apa kalo suaminya itu gagah dan berotot gitu? #halagh

10.   Chennai Express
Barusan saya tonton, kembali bertemu dengan SRK dan Deepika Padukone.  Filmnya lucu dan beberapa kali menyelipkan kalimat khas dari film-film SRK terdahulu, seperti saat dia bilang: my name is Rahul, I'm not a terrorist..  Adegan favorit saya adalah saat Rahul membopong Neema ke atas kuil di kampung apa namanya tadi lupa.  Deepika terlihat keren sekali disitu, apalagi tatapan matanya pada SRK, alami dan keren..  Banyak adegan absurd yang lucu, dan lagu-lagunya juga asik.  Jarang-jarang saya nonton dengan sabar, untung cuma dua jam.  Tak pelak lagi film ini saya nyatakan terbaik ketiga setelah 3 idiots dan Kuch Kuch Hota Hai ehehehe.

Rasanya itu aja dulu, lain kali disambung lagi.  Semoga bermanfaat #halagh

Komentar

  1. Film India yang pernah kutonton sungguh sedikit. Cuma PK dari daftar di atas. Dulu punya 3 Idiots tapi sampai harddisknya rusak pun belum ketonton. Nanti copy punya om warm ah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 3 idiots wajib tonton, juga karya2 Rajkumar Hirani lainnya alur ceritanya selalu beda & keren

      Hapus
  2. Three idiots ini saya tonton tiga kali, tiga-tiganya tetep nangis dan ngakak. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru ya. Saya sdh ga keitung nonton brp kali. Alur ceritanya kuat sekali. Coba sesekali film Munna Bhai itu ditonton jg, ga rugi nonton karya Rajkumar Hirani itu

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Toko & Bengkel Sepeda di Jogja

Sejak 'mengenal' sepeda, beberapa kawan yang sangat mengerti anatomi, morfologi dan histologi sepeda, saya pun memberanikan diri memberi rekomendasi beberapa toko dan bengkel sepeda di Jogja yang harus disambangi dikala sepeda memerlukan perawatan dan penggantian suku cadang.

Rekomendasi tempat-tempat ini berdasarkan pertimbangan: harga, kelengkapan ketersediaan suku cadang, hasil seting sepeda dan pengalaman empunya bengkel.  Juga pengalaman beberapa kawan saat membeli spare part ataupun memperbaiki sepedanya.  Rata-rata setiap toko atau tempat yang menyediakan sepeda dan suku cadangnya juga menyediakan tempat dan tenaga untuk seting dan reparasi, tapi tak semua hasilnya bagus.

Bengkel sepeda Rofi (Rahul Bike),  pemiliknya adalah teman saya di komunitas sepeda Federal, tapi menurut sejarah awalnya justru beliau akrab dengan sepeda-sepeda keluaran baru.  Hasil seting sepeda mas Rofi ini sudah sangat dapat dipertanggungjawabkan, hal ini bisa dilihat dari jejak rekamnya, dima…

Abdi bogoh ka anjeun

Itu artinya saya suka kamu, kan bah?"

tanya bang Ai beberapa saat yang lalu.

Hoh? Saya tak langsung menjawab, malah curiga, darimana pula dia dapet kosa kata ajaib itu, jangan-jangan..

"bang Ai baca dimana?"
"di kertas.."

Tuh, kan.  Itu kan kalimat sakti yang beberapa kali saya tulis untuk seseorang pada jaman dahulu kala hihi.  Jangan-jangan bang Ai iseng baca-baca koleksi surat saya yang beberapa kotak sepatu itu.  Persis kelakuan Cinta di AADC2.  Duh, saya jadi suudzon..

" di kertas mana?" tanya saya lagi sambil deg-degan sendiri #hayaah haha
" ini bah, di kertas bungkus permen karet.." malah Q yang menyodorkan bekas bungkus permen karet yang bertuliskan macam-macam kalimat dari beberapa bahasa..

Walah, ada-ada sahaja..

tentang kang Lantip

siapa sih yg ndak kenal sama blogger asal Njogja yg bernama kang Lantip kui.  Kecuali dirimu ndak kenal blog, saya sedari dulu tau tapi sungkan kenalan dengan beliau, soalnya ketoke terkenal sekali.  Tujuh taun hidup di Jogja malah tak pernah ngobrol sekalipun dengan beliau itu, lha kan nyebahi sekali saya ki, ga sopan sama tuan rumah hihi

lucunya, saya jadi bertekat ingin ketemu dengan beliau itu gara-gara kami satu pemahaman mengenai panganan bulet ijo bernama KLEPON! yang disesatkan sedemikian rupa oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab yang malah keukeuh kalau makhluk itu adalah Onde-onde, wooo ngawur.

Jadi aja, kmaren malam janjian di warung kopi, yang posisinya padahal deket dengan tempat saya tinggal dulu, tapi saya justru ga ngeh: namanya warung kopi Blandongan.  Woh kopinya ampuh tenan, mampu bikin mata saya tadi malam super cerah sampai menjelang sahur haha

Dan, sosok kang Lantip ternyata jauh dari bayangan saya, lha habisnya saya kebayang ikon gajahnya beliau je, duh nuwun s…