Langsung ke konten utama

Hari 1: mengulang #misi21


..entah bagaimana walnya, sehingga beberapa jam yang lalu saya iseng blogwalking, untuk kemudian terdampar di postingan lamanya mamat tentang #misi21.  Dulu, sekitar tujuh tahun yang lalu, mungkin sekitar november 2010 sampai awal 2011, banyak yang turut meramaikan misi yang tak biasa ini.



Detilnya, silakan dibaca di postingan mamat eh matilda di atas, lagi males ngejelasin soalnya haha.  Intinya melakukan hal-hal baru setiap harinya selama 21 hari berturut-turut, sesederhana apapun.



Dulu itu, saya berhasil menyelesaikannya, juga sempat saya posting, namun sayangnya, arsip tulisan saya di kisaran waktu itu tak terselamatkan gara-gara teman saya lupa memperpanjang hostingnya, sementara saya numpang hosting di tempatnya.

Beberapa hal yang saya ingat, waktu itu saya pertama kali nyoba sate kuda, lalu merapikan kamar kos yang luar biasa berantakan, dan membersihkan teras kos di lantai dua yang kotor akibat debu merapi yang meletus saat itu.  Sisanya saya lupa sama sekali, ngapain aja saya saat itu #sigh.

Saya niatnya dimulai saat ini juga sebagai hari pertama.  Mudah-mudahan bisa berlangsung tepat 21 hari, niatnya sih sebagai selingan di samping misi utama saya untuk menyelesaikan target revisi disertasi saya dalam 21 hari juga.  Semoga.  Amin.  Klik like & share.

Untuk hari pertama ini, berhubung saya baru ngeh, dan baru niat untuk kembali melaksanakannya.  Anggap aja niat untuk mengulang misi yang rada aneh ini sebagai misi pertama.  Jarang-jarang saya mengulang hal yang ajaib untuk keduakali soalnya.

Jadi, satu jam terakhir barusan saya gunakan untuk mengingat-ingat kembali sekaligus membaca postingan-postingan beberapa kawan tentang misi 21 mereka di masa lalu itu.

dan kembali muncul angka tujuh secara tak sengaja, man.  

Pokoknya gitu deh, mari kita cari hal-hal baru besok untuk dicoba, dirasakan atau dilakukan..

Komentar

  1. Hm...menarik. Jadi pengen ikutan hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah hayuk lah mba, dipersilakan lho hehehe, dulu ikutan ginian jd beneran mikir tiap harinya, padahal kadang hal2 yg dilakukan adalah hal2 sederhana saja :D

      Hapus
    2. I'm in, Mas. Mulai hari ini atau besok kayaknya. Hehe..makasi ya udah share :))

      Hapus
    3. asik!
      makasih sdh mau ikutan hehehe

      Hapus
  2. Like and share. Okehsip.
    Edaann.. 30 hari menulis aja belum kelar... Mosok Uda tergoda sama yg ginian.... Racyuuuunnn cyiiiinnnnn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini bukan racun, ini madu: kalis! 😂

      Hapus
  3. Ommm! Kok semua postinganmu ilang :( Tinggal 3 post. *mau sekrol ke bawah baru nyadar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nganu, lg pengen iseng & rapi2 ceritanya ehehe

      Hapus
    2. Padahal aku suka template yang lama :( yang putih dan tulisannya lucu-lucu itu. *terus kenapa dek mput? :))

      Hapus
    3. template yg baru ini bagus ndak? yg lama itu terlalu lebar juga sih tampilannya

      Hapus
  4. Akhir-akhir ini sepertinya saya banyak menemukan kebetulan2 *sok mistis xp* sewaktu tantangan 30 hari menulis itu saya teringat misi21 ini, dan kegagalan saya dulu melakukannya...eh, beberapa hari kemudian saya diajak ikutan misi21 lagi, yang ternyata inspirasinya dari sini. :) Saya baru masuk hari ketiga, semoga kali ini nggak gagal XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga terinspirasi dari kejadian sekitar tujuha tahun yg lalu itu kok, mb.. ya gpp lah seru2an kita, dbawa nyante aja ehehehe

      Hapus
  5. aku baca blogmu tau tau udah di postingan hari 14 mas hahahaha. langsung kepo sampai ke hari pertama. pengen juga ihhh.. tapi ini pagi sama aksara disimpen dimana dulu kira-kira hahahahha..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..

#54 tentang pikiran, keluhan dan ikhlas melepas

.. kemarin, saya membuka-buka arsip disertasi saya, membaca sekilas beberapa bagiannya, dan memutuskan untuk malu.  Saya makin yakin bahwa hanya keberuntungan saja yang bikin saya bisa menyelesaikan studi empat tahun yang lalu itu. Bahkan bagian referensi pun, benang merahnya kurang kuat, ada beberapa bagian yang bikin kening saya mengkerut sambili berpikir: dulu saya ngapain dan gimana saja mikirnya haha.  walaupun kalau mengingat prosesnya yang begitu ... ya tujuh tahun yang mungkin benar-benar seperti roller coaster  paling buruk sedunia.  Sudahlah, mengenang hal-hal yang kurang baik seringkali lebih detil daripada mengenang hal-hal bagus. saya juga mikir, kemarin diam-diam hidup saya juga banyak dilingkari keluhan, sana-sini, padahal penyebabnya ya diri sendiri juga, yang keras kepapa dan sering menganggap diri sendiri yang paling benar.  Padahal ya, saya selalu bilang sama kawan-kawan, seringkali dan sebagian besar masalah hidup seseorang itu ya karena dirinya sendiri.  Tak perlu