Langsung ke konten utama

KoeiSenin : Inteligensi


Saya baru ingat kalau punya buku terakhir dari serial Supernova yang berjudul Inteligensi Embun Pagi.  Dan saya juga rasanya sudah lama nggak bikin kuis di blog ini.  Jadinya karena nunggu hari jum'at masih lama, saya bikin Koeis Senin saja deh.

Hadiahnya ya satu buku koleksi saya itulah, jika ada yang berkenan memilikinya silakan menjawab pertanyaan singkat di bawah ini.  Jawaban yang terbaik akan mendapatkan buku iti.

Pertanyaan kuis kali ini adalah : apa sebenarnya inteligensi itu, tapi harus dikaitkan dengan pengalaman hidup kalian.

Gampang sekali, bukan?

Silakan saja dijawab di kolom komentar jika ingin meramaikan pagi ini.  Terimakasih.

Komentar

  1. Sudah punya bukunya. Gak jadi ikutan. :P

    BalasHapus
  2. Kalo hadiahnya diganti satu set buku ini dan teman-temannya, mau banget ikutan... *pembaca ngelunjak*

    BalasHapus
  3. yah kok bukunya cuma satu.. maunya satu set lengkap :((((

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalian sekongkol ya? Postingan ini saya hapus aja udah deh *putus asa* 😶

      Hapus
  4. Hahahaha
    inteligensi itu apa sih?

    BalasHapus
  5. Akuuu belooom punyaaa buku iniiii!!


    Intelegensi? Hmm.. kemampuan (otak) seseorang menangkap sesuatu. Tapi sayang, otakku suka kurang secentong. Jadi sering banget ke RM padang atau RM sunda berburu secentong otak demi refill intelegensi otak sendiri. Iya apa iya?..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, akhirnya ada jg yg jawab dg ikhlas hehehehe panitia kuis lega #lho

      Hapus
    2. aku jawab, besok. tapi nggak disini.. hihihihi :D

      Hapus
    3. Menjalar dengan ikhlas itu apaaaaaa? :)))

      Hapus
    4. @ajeng
      menjalar apaan oi? :o

      @fussythoughts halagh :))

      Hapus
    5. MENJAWAB! Kok menjalar. Autokorek. :))

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..

#54 tentang pikiran, keluhan dan ikhlas melepas

.. kemarin, saya membuka-buka arsip disertasi saya, membaca sekilas beberapa bagiannya, dan memutuskan untuk malu.  Saya makin yakin bahwa hanya keberuntungan saja yang bikin saya bisa menyelesaikan studi empat tahun yang lalu itu. Bahkan bagian referensi pun, benang merahnya kurang kuat, ada beberapa bagian yang bikin kening saya mengkerut sambili berpikir: dulu saya ngapain dan gimana saja mikirnya haha.  walaupun kalau mengingat prosesnya yang begitu ... ya tujuh tahun yang mungkin benar-benar seperti roller coaster  paling buruk sedunia.  Sudahlah, mengenang hal-hal yang kurang baik seringkali lebih detil daripada mengenang hal-hal bagus. saya juga mikir, kemarin diam-diam hidup saya juga banyak dilingkari keluhan, sana-sini, padahal penyebabnya ya diri sendiri juga, yang keras kepapa dan sering menganggap diri sendiri yang paling benar.  Padahal ya, saya selalu bilang sama kawan-kawan, seringkali dan sebagian besar masalah hidup seseorang itu ya karena dirinya sendiri.  Tak perlu