Langsung ke konten utama

tentang Sepasang Kaos Kaki Hitam

Rasanya sudah lama tak menemukan semacam novel yang unik dengan alur cerita yang menarik dan tak mainstream
.

Sampai tadi malam.  seorang kawan memberitahukan tentang kisah sepasang kaos kaki hitam, setelah mendengar salah satu koleksi lagunya yang berjudul Endless love
.

Dan saya justru menemukan kumpulan cerita yang dulu thread di kaskus sekitar 5 tahun silam itu, di playstore.
.

Saya tak sabaran.  bacanya lompat- lompat setelah episode ke 55.
.

Alur ceritanya sungguh bikin penasaran.  padahal sederhana saja ceritanya.  Cara bertuturnya pun ringan dan enak dicerna.

.
Salutnya, pengarangnya: @pudjanggalama a.k.a.  ariadi G itu tak mau ceritanya dikomersilkan.   padahal saya, dan sepertinya ribuan pembaca karyanya yakin kalo diangkat jd film pun pasti keren dan laku.
.

Tapi itulah kerennya.  ceritanya hanya beredar sebatas thread dan ebook hasil kompilasi salah seorang pembacanya yang rajin menjadikannya dalan satu jilid.
.

Sekilas saya jadi teringat dengan kisah Train Man yang juga berasal dari thread di jejaring sosial.   kisah yang nyaris tak jelas batas antara nyata dan fiksi.   Bedanya train man sudah dibukukan (walau tak jelas jadinya pengarangnya siapa karena isinya murni keseluruhan transkrip keroyokan hasil thread lengkap dengan emoji2 eh apalah namanya itu kode2 ASCII yg jd gambar itu) dan juga dibuat serial dan film dalam beberapa versi.
.

Salut untuk yang sudah rela berbagi cerita tanpa mengharap sesuatu yang bernama komersialisasi, sesuatu yang sudah langka di abad ini.

Komentar

  1. Jadi keinget kumpulan Gombalwarming. Kayae file pdfnya masih ada di laptop =))

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..