Langsung ke konten utama

rekapitulasi ketololan

tidak, akhir-akhir ini sebenarnya saya tidakmarah sama siapapun, saya cuma kesal dengan diri saya sendiri.  beberapa kali saya dikhianati justru oleh diri saya sendiri.  sesekali-sekali mengungkap ketololan diri sendiri rasanya tak apa-apa.  palingan lain waktu kalau dirasa tidak nyaman tinggal masukkan ke list draft.

Saya cuma, mangkel, sama diri saya sendiri, dan sekarang, walaupun mungkin sudah tiada gunanya lagi.  cuma bisa bikin list, bikin daftar, apa-apa saja, yang telah saya perbuat, yang sama sekali bukanlah teladan yang baik, untuk siapapun, lebih-lebih untuk anak-anak

semoga ke depan, diri saya sendiri, tak akan mengkhianatinya, dengan mengulang jejeran daftar yang sama sekali tak penting dan tak perlu dilakukan dan tak ada gunanya

termasuk mungkin menuliskan hal ini di postingan blog.
blah!

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..