Langsung ke konten utama

menyoal Arabisasi

beberapa kali, di media, membaca beberapa gelintir orang yang menyoal hal ikhwal tentang gejala Arabisasi.  Kearab-araban, yang disorot tentulah hidup dan kehidupan umat Islam di negeri ini.

Bagi saya ini adalah hal yang aneh, tapi setelah mikir ulang, hal itu menjadi hal yang tak aneh lagi, karena adalah hal biasa bagi orang yang tak mengerti akan sesuatu hal lalu mempermasalahkannya.

Padahal alasannya sederhana, kenapa banyak muslim yang suka segala sesuatu yang beraroma Timur Tengah. Agama Islam sendiri 'kebetulan' lahir di sana, lebih-lebih Rasulullah SAW juga berasal dari sana.  Al Qur'an diturunkan disana dan bahasa yang digunakan di dalamnya adalah bahasa Arab.


Intinya, muslim berpenampilan 'seperti' orang Arab, berjenggot, tak lebih karena berlaku sebagai follower Rasulullah yang mereka cintai.  Wajar dong ngikutin gimana idolanya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..