Rabu, 15 Juni 2016

Kebiasaan di jam 12 malam

Padahal, rasanya sudah bertahun-tahun saya menjalankan ritual ini, dengan bermacam kondisi, dari sekedar berbisik sendiri, menuangkannya dalam bentuk tulisan surat, sampai berkenalan dengan saluran bernama telepon interlokal, sampai sekarang lewat telepon genggam.

Tapi tetap saja, saya deg-degan, jantung saya berdebar-debar, saat menunggu detik tepat beralih ke tengah malam tepat.  Saat ulang tahun wanita saya.

Dan, seperti tahun-tahun di belakang, saya masih belum bisa, jarang sekali memberikannya hadiah, atau sesuatu atau apalah, dan barusan saya memohon sesuatu.. lagi

"maaf ya ngga' bisa ngasih sesuatu.."

eh dijawab enteng sama dia

"kenapa atuh..."

tuh kan, saya sangat tidak romantis dalam hal-hal beginian..

Aduh, saya masih deg-degan hihihi

3 komentar:

Anonim mengatakan...

hahaha.. sgitunya om..

coba dikadoin pelukan trs digombalin, makasih udah lahir dan jadi bagian dari saya. beuhhh...
yakin masih diminta "yaudah kadonya atuh"

epiye?

Rd mengatakan...

maunya sih gitu e mb, tapi kan nganu...

non inge mengatakan...

Kasih cinta dan kesetiaan... #uhuk

Btw, salam kenal...

Posting Komentar

tentang rusuh

jadinya, akibat soal pemilu yang tak berkesudahan ini, karena tentu saja pihak yang tak mau kalah, keras kepala dan super nyebelin, ditambah...

 
;