Langsung ke konten utama

Makanan apapun terasa enak setelah bersepeda jauh

seperti apa yang dikatakan om Fer Ferdian barusan, dokter gigi kaya raya yang sedang melakukan tirakat turing bersepeda Jogja-Kediri, dan sedang mampir menyantap menu bernama : Kerupuk Pecel.  Pesan beliau:

Jangan tanya rasanya, apapun itu setelah bersepeda puluhan km pasti terasa nikmat. - Fer, 19052016

Frasa itu sangat saya amini.  

Teringat akan keinginan saya sebulan yang lalu, ingin makan Pecel Magetan di sekitar seberang Amplaz, langganan saya setelah sepedaan yang jaraknya lumayan.  Beberapa kali kesitu biasanya sama mas Radith dan yang lain-lain.  Dan selalu kesitu sehabis bersepeda.

Kemarin kapan itu, saya kesitunya naik sepeda motor.  Dan ya, ada yang aneh, padahal menunya ya sama, pecelnya ya sama, telor ceploknya ya sama, nasinya ya sama, yang ngejualinnya ya sama.  Tapi rasanya jauuuh, kurang nikmat dibanding saat bersepeda kesananya.

Jadi begitulah, kalau ingin makanan apapun terasa nikmat, makanlah disaat letihnya tak kira-kira sehingga keringet hadir di sekujur tubuh.  Minumannya teh hangat maupun es sama nikmatnya, tiada tara.  Percayalah.

Komentar

  1. INI SETUJU BANGET!!! seperti bakso di kolam renang, entah kenapa enak banget klo renang. tp klo nganterin renang, biasa aja -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. itulah, paling enak emang pas capek, keringetan dan pas laper2nya, wuih sekali pokoknya

      Hapus
  2. dalam keadaan tertentu rasa makanan hanya akan menjadi dua, yakni enak dan enak banget.

    *sekalian test, apakah ini masih pakai recaptcha :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itulah, coba dihapuskeun captcha yg menyebalkan ini pak ehehe

      Hapus
  3. jadi saya harus sepedaan dari surabaya ke plasa amplaz om?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Toko & Bengkel Sepeda di Jogja

Sejak 'mengenal' sepeda, beberapa kawan yang sangat mengerti anatomi, morfologi dan histologi sepeda, saya pun memberanikan diri memberi rekomendasi beberapa toko dan bengkel sepeda di Jogja yang harus disambangi dikala sepeda memerlukan perawatan dan penggantian suku cadang.

Rekomendasi tempat-tempat ini berdasarkan pertimbangan: harga, kelengkapan ketersediaan suku cadang, hasil seting sepeda dan pengalaman empunya bengkel.  Juga pengalaman beberapa kawan saat membeli spare part ataupun memperbaiki sepedanya.  Rata-rata setiap toko atau tempat yang menyediakan sepeda dan suku cadangnya juga menyediakan tempat dan tenaga untuk seting dan reparasi, tapi tak semua hasilnya bagus.

Bengkel sepeda Rofi (Rahul Bike),  pemiliknya adalah teman saya di komunitas sepeda Federal, tapi menurut sejarah awalnya justru beliau akrab dengan sepeda-sepeda keluaran baru.  Hasil seting sepeda mas Rofi ini sudah sangat dapat dipertanggungjawabkan, hal ini bisa dilihat dari jejak rekamnya, dima…

tentang HMNS

HMNS adalah eau de perfume racikan anak Menteng, paling ngga saya tau itu dari alamat pengirimnya hehe

selaku manusia yang benar-benar awam tentang wewangian, hal ini adalah benar-benar baru bagi saya.  Mulai tertarik dengan hal ini justru gara-gara beberapa kali kawan saya yang bernama Inda posting tentang koleksi parfumnya.  Walau sekali lagi, pertamakali yang namanya parfum bikin saya penasaran adalah film dengan tokoh utama Jean-Baptiste Grenouille yang jenius itu.

dan kebetulan ada gerombolan yang rajin mengapdet produknya di media sosial, bikin saya penasaran dan memesan starter pack yang berisi tiga varian produk andalannya : alpha, delta dan theta.

saya yang tak begitu paham tentang esensi  top notes, middle notes, dan base notes, akan mencoba memberikan gambaran ketiga wangi yang beberapa jam tadi saya sniff satu-satu, dan imajinasi tentang ketiga makhluk itu pun muncul begitu saja..

alpha.
adalah kalem, misterius, berkesan elegan tapi sekaligus berpotensi sebagai pembunuh be…

Abdi bogoh ka anjeun

Itu artinya saya suka kamu, kan bah?"

tanya bang Ai beberapa saat yang lalu.

Hoh? Saya tak langsung menjawab, malah curiga, darimana pula dia dapet kosa kata ajaib itu, jangan-jangan..

"bang Ai baca dimana?"
"di kertas.."

Tuh, kan.  Itu kan kalimat sakti yang beberapa kali saya tulis untuk seseorang pada jaman dahulu kala hihi.  Jangan-jangan bang Ai iseng baca-baca koleksi surat saya yang beberapa kotak sepatu itu.  Persis kelakuan Cinta di AADC2.  Duh, saya jadi suudzon..

" di kertas mana?" tanya saya lagi sambil deg-degan sendiri #hayaah haha
" ini bah, di kertas bungkus permen karet.." malah Q yang menyodorkan bekas bungkus permen karet yang bertuliskan macam-macam kalimat dari beberapa bahasa..

Walah, ada-ada sahaja..