Langsung ke konten utama

Maulid Rasulullah & Kepemimpinan

Tadi malam, saat hujan tak jua berhenti,tak menghentikan niat baik warga Deresan untuk mengadakan acara Maulid Rasulullah Muhammad SAW.  Sungguh membingungkan kadang ada muslim yang bilang cinta rasul, tapi tidak mau memuliakan baginda rasul, atas dasar ego pengetahuan yang tak seberapa.

Ceramah agama sebagai inti acara tadi malam sendiri, intinya kembali mengingatkan akan konsep pribadi mulia dan kepemimpinan Rasulullah SAW: shiddiq (benar), amanah (dipercaya), tabligh (menyampaikan) dan fathonah (cerdas).

Jika saja, semua pemimpin yang mengaku muslim bisa berbuat benar, dapat dipercaya, berani menyampaikan kebenaran dan cerdas dalam melihat hal yang benar dan baik, keren sekali negara ini.  Walau terlihat sederhana, namun pada kenyataannya berat sekali untuk dipenuhi, dan membuat saya berkaca bahwa saya sendiri belum memiliki kesemuanya dengan baik.

Semoga saja, nantinya negeri ini mempunya seorang pemimpin yang mempunyai empat faktor utama kepemimpinan Rasulullah SAW tersebut. insya Allah, amin..

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang 2021

 sebuah refleksi akan tahun 2021 yang awut-awutan, bagaimana harus memulainya ya, toh saya sebenarnya tak bisa juga menceritakannya #lah 😅 lagian rasanya terlalu dini ya untuk bikin refleksi, eh benarkah demikian? yang jelas saya punya beberapa kawan baru, punya pengalaman baru, menemukan hal-hal baru, mendapatkan apa yang saya inginkan walau terlihat sederhana, soal detilnya. nah itulah susah menceritkannya.. oke salahsatunya adalah akhirnya saya bisa menjejakkan kaki ke satu kabupaten di provinsi ini yang belum pernah saya datangi: Kotabaru.   soal lain-lainnya rasanya kurang lebih sama, masih aja susah ngomong di depan orang banyak, saya harus lebih banyak belajar lagi, terutama: belajar meminimalisir rasa malas..