Sabtu, 16 Februari 2013

Aku Milikmu



Angkot warna hijau tua melaju, di dalamnya tersisa dua penumpang, seorang pemuda, dan gadisnya.  Tanpa mampu memandang indah gadisnya, si lelaki menyerahkan bungkusan berbentuk kotak, kaset isinya, Dewa 19 jilid format masa depan, ditebusnya dengan nyaris seperempat jatah bulanannya.  

Tapi tak mengapa, saat itu, beberapa hari lagi adalah ulang tahun gadisnya, dan beberapa hari lagi pula, ia akan ditinggalkan.  Tak tahu entah sampai kapan.

Dua hal yang menjadikan kaset itu sebagai pilihan, yang pertama adalah fakta bahwa mereka berdua menyukai Dewa, kedua adalah ada lirik lagu ulang tahun di dalamnya.

Angkot terus melaju, menuju pertigaan jalan menuju rumah sang gadis.  Dan hanya suara angkot, jalanan, hembusan angin yang meraja.  Mereka mash terdiam, penuh dengan pikiran masing-masing, akan esok yang akan diisi oleh jarak, mungkin memang baiknya hanyalah menikmati diam dan jarak yang begitu dekat. Sebelum esok datang, dan menunggu waktu kembali menjadikan keduanya tak lagi mengenal kata ‘jauh’.

---
*suatu Juni, 1994

0 komentar:

Posting Komentar

tentang rusuh

jadinya, akibat soal pemilu yang tak berkesudahan ini, karena tentu saja pihak yang tak mau kalah, keras kepala dan super nyebelin, ditambah...

 
;