Langsung ke konten utama

Aku Disini Untukmu

Semenjak dari pelabuhan Perak, pedalaman Randublatung sampai terdampar di asrama mahasiswa di sudut AM Sangaji Jogja dua minggu kemudian, lirik itulah yang terngiang-ngiang, berulang-ulang, meneriakan undangan ketidaksabaran, untuk segera kembali berusaha memendekkan jarak.

Dua tahun bukanlah waktu yang sedikit, dihitung dengan cara apapun tetap sama : lama. 

Dan sekarang adalah kesempatan datang dengan sendirinya, lelaki itu sudah bersiap-siap dan bergegas entah sejak kapan.  Tersenyum membayangkan rel besi yang akan diarunginya, hal dan sesuatu yang benar-benar asing baginya.

Tapi hey, dua belas jam tidak terasa.  Hingga tiba-tiba saja dirinya ada di suatu pagi di sudut Batu Tapak.  Dan gadisnya mengucapkan salam, di depan pintu.

--
*menjelang senja di Lempuyangan, maret 1997

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ada apa hari ini

 rencananya adalah: hunting komik lagi di lapak depan jalan nyuci sepeda bikin materi untuk ngajar besok, artinya kudu baca ulang lagi materinya belajar swot, skoringnya masih belum ngerti, hedeh.. mudahan mahasiswaku ga baca blog ini haha sepedaan bentar sore-sore.. dan sepagi ini, saya kembali, iya kembalai, men- deactive akun-akun sosmed saya, dan lagi-lagi, saya tak tahu sampai kapan itu berlangsung, toh siapa juga yang nyari saya kan haha kecuali blog ini, tampaknya tetap dipertahankan aktif untuk menumpahkan kisah-kisah tak jelas sepanjang waktunya.. tadinya kepikiran untuk menghapus akun whatsapp  untuk sementara waktu, tapi tak bisa karena ada terkait kerjaan di kantor, walau akhir-akhir ini tak begitu ada kerjaan juga, jadi ya mungkin ditengok sesekali saja. itu saja dulu, eh apa saya perlu.. hedeuh apa tadi lupa

tentang (pamer) jam tangan

 saya sebenarnya termasuk manusia yang jarang sekali pakai jam tangan, dan terakhir saya cuma punya satu jam digital, yang saya beli sebenernya karena ada fitur ngukur SPO2 alias saturasi udara- gara-gara pandemi covid itulah.. itupun Honor band 5i yang termasuk paling murah di kelasnya.. dan ajaibnya, walaupun pas pake jam tangan itu, tetap saja lebih sering ngecek waktu via hape hehe.. dan kalimat itu juga kurang lebih yang saya sampaikan di postingan mb Eno di blognya tentang jam tangan .. trus tau-tau beberapa waktu lalu, dia bilang mau ngirimin saya sesuatu, jauh-jauh hari sih sebelum saya kasih komentar tentang jam tangan itu, trus akibat komen saya itu, mb Eno buka kartu tentang apa yang dia kirimin ke saya itulah yang kemarin paketnya sampai dan isinya langsung saya pakai, dan masih rajin saya pakai sampai nyaris seharian tadi hehe lha saya ga nyangka aja dikasih jam tangan sama temen baru saya itu. makasih banyak lho, smoga saya inget pesannya untuk jangan lagi nengok hape saa