Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

tentang pergi sementara.

.. aku ingin pergi untuk sementara. entah untuk apa. sementara saja. untuk sejenak memikirkan segalanya. segala apa-apa yang mungkin seharusnya tak perlu dipikirkan. tapi dijalani. hidup ini, kok ternyata begini amat ya. apa sih yang sebenarnya dicari? kenapa harus ada capek? dan kenapa tidak boleh bilang capek? karena semua harus ditelan sendiri begitu?

tentang minggu ini emas

.. jadi, ternyata saya ini masih saja kesusahan menata kalimat tiap kali ngobrol sama orang, sama siapapun. akhirnya maksud yang ingin saya sampaikan seringkali gagal, seringkali orang lain memaknainya berbeda dengan apa yang sebenarnya ada di otak dan pikiran saya. menyusahkan? ojelas tentu saja. sangat menyusahkan. saya seringkali berkata kalau komunikasinya saya kurang bagus, lebih tepatnya cara berkomunikasi saya teramat sangat jelek.  seringkali salah memilih kata-kata dan kalimat yang seharusnya bisa mewakili apa yang saya rasakan. ajaibnya, terkadang ada orang yang bisa mengerti apa yang saya maksud dan inginkan, tanpa perlu banyak kata dan kalimat, tapi itu langka, sangat jarang sekali bertemu orang yang seperti itu.  sekalinya bertemu pun, waktu dan tempatnya juga teramat rare. tapi, tentu saja saya selalu berusaha memperbaikinya... hmm.. ini kalimat yang salah, saya seringkali gagal mempelajari kesalahan-kesalahan saya, dan gagal itu tentu saja akibat penyakit saya sejak dulu

tentang bagaimana jika

.. hari ini berwujudlah seperti tidak terjadi apa-apa, teruslah berpikir seperti tidak pernah terjadi apa-apa, tak perlu orang lain tahu apa yang sedang terjadi dan apa sebenarnya yang sedang ada dalam pikiran. "When I find out all the reasons Maybe I'll find another way Find another day With all the changing seasons of my life Maybe I'll get it right next time An now that you've been broken down Got your head out of the clouds You're back down on the ground" -estranged/GnR- jadi, sebenarnya.. what life is about?

tentang Ikigai

.. kemarin sore, iseng melihat-lihat rak buku, dan mata saya tertuju pada buku berjudul The Book of Ikigai karangan Ken Mogi.  Saya benar-benar lupa kapan membeli buku itu dan alasannya apa.   Setelah saya baca pelan-pelan pada beberapa halaman awal, kok menarik, gaya bertuturnya juga enak dicerna, padahal ini buku terjemahan. Akhirnya saya tuntaskan membaca hingga kira-kira sepertiga isinya, sampai akhirnya saya mengantuk dan memutuskan untuk melanjutkannya di pagi hari. Tapi saya masih penasaran, kapan saya membeli buku ini.  Untung masih ada history pembelian di toped, dan untung saya membelinya via toko ijo itu.  Ternyata saya membeli buku itu pada bulan Juli tahun 2020 kemarin.  Nyaris setahun saya membeli buku tanpa tahu isinya bagaimana hehe Jadi, buku itu adalah tentang filosofi hidup dari Jepang, yang terdiri dari lima pilar utama: mengawali dari hal yang kecil, membebaskan diri, keselarasan & kesinambungan, kegembiraan akan hal-hal kecil dan  hadir di tempat & waktu s