Langsung ke konten utama

tidak ada pesta yang tidak selesai

 ..itu adalah tulisan di halaman kelima buku anak-anak mama Alin yang kelima: Jejak-jejak.. dan begitulah, semua yang ada di dunia ini ada batasnya, akan ada akhirnya, limited..

tapi, penentunya adalah Dia, yang Maha.. bukan kita, manusia yang cuma bidak pion catur di hamparan permainan yang begitu luas berbentuk dunia ini..

jadi, kapan semua fase kehidupan itu berakhir, kita tak akan pernah tahu, dan jangan pernah sok tahu.  tak ada yang akan pernah tahu kapan pesta akan usai, catata waktunya hanya ada di Dia, absolut..

dan ya sepagi ini, membuka-buka ulang entah untuk yang keberapa kali, dan selalu berhasil membuat aku mikir cukup dalam: aku maunya apa, maunya kemana, sampai kapan?

aku mau berangkat dulu ..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

jejak bubin Lantang

jika ditanya salah satu kota yang ingin saya datengin sejak berpuluh tahun yang lalu, jawaban saya pastilah: Bandar Lampung.  Tentu karena nama-nama sudut kota itu lekat di otak saya, gara-gara karya bubin Lantang itulah. dan saya, akhirnya menjejakkan kaki juga di tanah impian itu.  Sengaja dari penginepan, naik gojeg ke Jl. Manggis.  Itu kalo di serial Anak-anak Mama Alin adalah lokasi rumahnya Wulansari- ceweknya 'Ra. Sedangkan di novel Bila, itu adalah jalan tempat kediamannya Puji- ceweknya Fay. di Bila, malah jelas dibilangin nomer rumahnya: empatbelas, ya persis nomer rumah saya dulu di kampung.  Melihat plang nama jalan Manggis saja saya senang tak terkira.   Apalagi habis itu menemukan rumah bernomor 14.  Dan saya baru tau kalo itu rumah pegawai perusahaan kereta api.  Rumah tua memang, persis seperti yang digambarin di buku. Belum cukup senang saya, saat berjalan ke arah barat, ternyata ujung jalan bermuara ke Pasir Gintung! Tempat legendaris yang digambarkan sebaga