Langsung ke konten utama

tentang meninggalkan

.. aku pernah berkata, dan merasakan pula, berkali-kali, bahwa ditinggalkan itu rasanya jauh lebih menyakitkan daripada meninggalkan..

jadi misalnya, aku meninggalkan sesuatu, aku mungkin bakal lebih baik, entah berapa persen, sementara yang ditinggalkan pasti akan jauh lebih sakit..

jadi bagaimana caranya untuk membuat tega? bagaimana bisa semua akan kembali seperti sediakala.  atau memang lebih baik aku yang mengalah untuk ditinggalkan saja?

mungkin itu yang lebih baik.

biarpun bakal lebih sakit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

jejak bubin Lantang

jika ditanya salah satu kota yang ingin saya datengin sejak berpuluh tahun yang lalu, jawaban saya pastilah: Bandar Lampung.  Tentu karena nama-nama sudut kota itu lekat di otak saya, gara-gara karya bubin Lantang itulah. dan saya, akhirnya menjejakkan kaki juga di tanah impian itu.  Sengaja dari penginepan, naik gojeg ke Jl. Manggis.  Itu kalo di serial Anak-anak Mama Alin adalah lokasi rumahnya Wulansari- ceweknya 'Ra. Sedangkan di novel Bila, itu adalah jalan tempat kediamannya Puji- ceweknya Fay. di Bila, malah jelas dibilangin nomer rumahnya: empatbelas, ya persis nomer rumah saya dulu di kampung.  Melihat plang nama jalan Manggis saja saya senang tak terkira.   Apalagi habis itu menemukan rumah bernomor 14.  Dan saya baru tau kalo itu rumah pegawai perusahaan kereta api.  Rumah tua memang, persis seperti yang digambarin di buku. Belum cukup senang saya, saat berjalan ke arah barat, ternyata ujung jalan bermuara ke Pasir Gintung! Tempat legendaris yang digambarkan sebaga